Mariyuana, Penenang yang Menyakitkan

"Terakhir saya pakai benar-benar bikin kapok deh! Tiba-tiba saya jadi paranoid dan seperti mengalami deja vu, seperti dari neraka saja. Pokoknya sakit banget!"

Itulah Henri, kita sebut saja namanya demikian, seorang remaja pemakai marijuana atau bahasa populernya ganja. Dia mulai memakai obat satu ini ketika penyakit kecemasan yang dia alami tidak kunjung berhenti juga. Bukannya bisa keluar dari masalah yang ada, justru sebaliknya dia makin merasa menderita. Mariyuana yang dipercaya bisa menenangkan pikiran itu malah membuat kecemasan Henri meningkat, disertai dengan munculnya derita baru macam paranoid dan perasaan mengambang. Sebelum mendapat derita berat seperti yang dialami Henri, ada baiknya kalau kita mengenal lebih jauh mengenai mariyuana, si penenang tapi menyakitkan ini.

Mariyuana dapat mempengaruhi otak kita. Ini dikarenakan bahan aktif yang terkandung dalam mariyuana, bernama medis THC, terbukti dapat merusak sel-sel saraf di otak yang berfungsi menyimpan daya ingat. Akibatnya pemakai bisa mengalami kesulitan dalam mengingat sesuatu. Bukan itu saja, THC juga dapat melakukan perusakan di bagian-bagian otak yang berfungsi dalam menyaring dan mengolah informasi. Bisa dipastikan pencandu mariyuana akan mengalami kesulitan dalam berkata dan berpikir.

Mariyuana dapat mempengaruhi daya kontrol diri kita. Karena mariyuana menyerang bagian-bagian di otak yang berfungsi untuk mengolah informasi, maka pada akhirnya kemampuan untuk berkonsentrasi dan kesadaran akan waktu juga ikut rusak. Bahkan bagi para pecandu usia muda, ada kemungkinan terserang keinginan untuk berperilaku agresif dan memberontak terhadap lingkungannya.

Mariyuana dapat mempengaruhi paru-paru kita. Ada lebih dari 400 bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam mariyuana. Satu bahan kimia tersebut dapat menghasilkan efek negatif yang sama dengan efek yang dihasilkan dari bahan tar yang terdapat pada rokok filter. Bayangkanlah!

Mariyuana dapat mempengaruhi aspek kesehatan kita. Salah satu yang berbahaya adalah daya ketahanan tubuh kita dalam berperang melawan infeksi ikut kena imbas serangan mariyuana. Detak jantung kita akan meningkat, dan pada pecandu berat resiko mengalami gangguan mental sangat besar, diantaranya yang sudah sering terjadi adalah depresi. Sindrom apatis yang dihasilkan mariyuana tadi cenderung membangkitkan perasaan depresi, dan buruknya bisa menimbulkan keinginan untuk bunuh diri.

Mariyuana dapat membuat kita kecanduan. Gejala yang umumnya terjadi adalah hilangnya selera makan, gangguan tidur, turunnya berat badan dan pusing kepala. Secara psikologis juga pemakai dapat mengalami ketergantungan pada mariyuana, seperti adanya pikiran bahwa memakai mariyuana adalah satu-satunya jalan supaya dapat mengurangi stress, bersikap santai dan merasa baik.

Untungnya, efek-efek negatif tersebut, seperti penurunan IQ, bisa disembuhkan selama mau berhenti memakai mariyuana. Jalan yang terbaik adalah dengan tidak mengkonsumsinya sama sekali. Apabila kita sedang mengalami kekecewaan, kekosongan jiwa, depresi atau mungkin sekedar stress biasa jangan melarikan diri ke sembarang obat berbahaya. Bicarakanlah masalah atau tekanan yang ada dengan seseorang yang kita anggap bijak dan bisa dipercaya. Obat-obatan bukan saja membawa embel-embel buruk di kemudian hari buat perkembangan emosi dan mental kita, tapi juga justru akan memperburuk masalah yang ada, seperti yang dialami oleh Henri tadi. Dan kalau pun ada teman kita yang sudah menggunakan mariyuana, berikan kabar gembira kepada mereka bahwa masih ada kesempatan memperbaiki otaknya yang rusak jika saja mereka mau berhenti. Jangan lewatkan kesempatan baik tersebut karena para peneliti juga masih belum yakin sampai berapa lama kesempatan itu berlaku. Seandainya mereka benar-benar sayang dengan diri sendiri, tentu kesempatan emas tersebut tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja.

from (sekolahindonesia.com)

SUPERMILENIA

Ddrrr… ddrrr… drrrr.

Getaran itu makin kuat terasa. Beberapa minggu ini Badan Meteorologi dan Geofisika Minnessota State sibuk luar biasa menganalisis fenomena getaran yang kerap terjadi secara beruntun di beberapa kota di negara bagian ini. Media elektronik dan para kulit tinta sibuk membesar-besarkan fenomena ini untuk meningkatkan rating acara berita atau meningkatkan oplah penjualan mereka. Yang mengherankan, getaran yang paling sering hanya terukur kurang dari 3,4 skala richter dan hanya dapat terukur pada seismograf, dilaporkan sebagai calon gempa dahsyat yang akan menimpa Minnesota dan seluruh daratan Amerika. Memang beberapa kali ada goncangan yang mendekati 6 skala richter tapi sangat jarang. Sok tahu memang, aku sebal pada mereka. Apalagi sifat sok tahu yang mereka bungkus dengan kode etik wartawan kadang membuatku dan beberapa rekan yang bekerja di sana tidak nyaman lagi. Kami merasa dikejar atau setidaknya dipaksa memberi penjelasan yang berlebihan.
Read the rest of this entry »

SOLMISASI

Tangga nada yang kemudian menjadi dasar dari notasi musik ini ternyata ditemukan oleh para ilmuwan Muslim. Fakta penting ini diungkapkan pertama kali oleh Jean Benjamin de La Borde, seorang ilmuwan dan komponis Perancis, dalam bukunya Essai sur la Musique Ancienne et Moderne (1780). Dalam bukunya ini La Borde secara alfabet menyebut notasi musik yang diciptakan oleh sarjana Muslim. Notasi itu terdiri atas silabels (yang kita kenal sebagai solmisasi) dalam abjad Arab, yaitu Mi Fa Shad La Sin Dal Ra. Menurut La Borde, notasi abjad Arab ini kemudian ditransliterasikan oleh ilmuwan Eropa ke dalam bahasa Latin, yang entah bagaimana diklaim sebagai himne St. John.
Read the rest of this entry »

Aliran Kimiawi Cinta, Prosesnya Tak Secepat Peribahasa ‘Dari Mata Turun ke Hati’

Kategori Berita
Oleh Sinly Evan Putra

Asisten II Sekretaris Jenderal BPP IKAHIMKI Periode 2004/2006

heartchocolate.jpgJika kita bertanya pada orang-orang dewasa ataupun yang telah uzur, sebuah pertanyaan yang menggelikan tetapi sangat menarik, "Kalau Anda ingin kembali ke masa muda, masa manakah yang akan Anda pilih?", kira-kira bagaimana jawaban mereka? Read the rest of this entry »

Manusia Berkaki Empat di Turki, Bukti Evolusi?

Satu lagi perdebatan mengenai evolusi manusia sejak ditemukan sejumlah orang yang berjalan menggunakan kedua kaki dan tangannya. Lima orang bersaudara di pedalaman Turki diketahui berjalan secara alami menggunakan kedua pasang kaki dan tangannya. Apakah ini berarti tangan manusia berasal dari kaki depan yang berevolusi?

Dua orang wanita dan seorang pria hanya bisa berjalan dengan dua telapak tangan dan kakinya dengan kaki diluruskan. Sedangkan, wanita dan pria lainnya kadang-kadang bisa berjalan dengan dua kakinya meskipun sebentar. Selain itu, mereka berjalan dengan tumitnya, sedangkan jari-jarinya diangkat dari tanah.

Read the rest of this entry »

ADA APA DENGAN GUNUNG BERAPI?

Baru-baru ini kita dikejutkan dengan kekompakan beberapa gunung berapi di Indonesia untuk melakukan kegiatan vulkaniknya alias aktif kembali pada saat yang sama. Sebuah gunung berapi yang pertama kali meletus dapat menjadi semi padam, kemudian aktif dan meletus kembali sampai akhirnya mati. Gunung berapi sendiri sebenarnya terbentuk jika magma dari perut Bumi naik ke permukaan. Isi dari gunung berapi terdiri dari lapisan lava yang berselang-seling dengan lapisan abu hasil letusan berturut-turut. Read the rest of this entry »

TANGIS SUNYI KADAFER

WANJA

“Ayo pegang!”
“Bodoh kamu!”
“Ngapain masuk kedokteran? Cuma mau jaga gengsi? Hah! Kadafer ini guru kita…!” teriak salah seorang senior cewek sembari menunjuk ke arah kadafer yang terlungkup pasrah.

“Ayo, pegang lambungnya! Cari jantungnya! Hitung gigi-giginya! Awas kalo nggak berani!”
“Eh…nih anak malah nangis lagi. Dasar cengeng! Kalo takut nggak usah masuk kedokteran, malu-maluin tau!”

Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.