SUPERMILENIA

Ddrrr… ddrrr… drrrr.

Getaran itu makin kuat terasa. Beberapa minggu ini Badan Meteorologi dan Geofisika Minnessota State sibuk luar biasa menganalisis fenomena getaran yang kerap terjadi secara beruntun di beberapa kota di negara bagian ini. Media elektronik dan para kulit tinta sibuk membesar-besarkan fenomena ini untuk meningkatkan rating acara berita atau meningkatkan oplah penjualan mereka. Yang mengherankan, getaran yang paling sering hanya terukur kurang dari 3,4 skala richter dan hanya dapat terukur pada seismograf, dilaporkan sebagai calon gempa dahsyat yang akan menimpa Minnesota dan seluruh daratan Amerika. Memang beberapa kali ada goncangan yang mendekati 6 skala richter tapi sangat jarang. Sok tahu memang, aku sebal pada mereka. Apalagi sifat sok tahu yang mereka bungkus dengan kode etik wartawan kadang membuatku dan beberapa rekan yang bekerja di sana tidak nyaman lagi. Kami merasa dikejar atau setidaknya dipaksa memberi penjelasan yang berlebihan.
Read the rest of this entry »

TANGIS SUNYI KADAFER

WANJA

“Ayo pegang!”
“Bodoh kamu!”
“Ngapain masuk kedokteran? Cuma mau jaga gengsi? Hah! Kadafer ini guru kita…!” teriak salah seorang senior cewek sembari menunjuk ke arah kadafer yang terlungkup pasrah.

“Ayo, pegang lambungnya! Cari jantungnya! Hitung gigi-giginya! Awas kalo nggak berani!”
“Eh…nih anak malah nangis lagi. Dasar cengeng! Kalo takut nggak usah masuk kedokteran, malu-maluin tau!”

Read the rest of this entry »

Madrasah Lumut

Zelfeni Wimra Di luar kira-kira, Habib, aku memuai di terik siang. Serupa menggala tengah hari, aku kulai ditindih cerita tentang embun yang harus pulang ke relung awan. Ziarahku tiba-tiba dingin. Aku tak kuasa melarang airmata tumpah ketika memandang madrasah kita dibungkus lumut. Jika hanya sunyi yang meleleh, aku dapat mengajak pikiranku menyusuri kembali kisah-kisah lama, mengulas kenangan, ketika aku dan ratusan teman-teman mengakrabi kitab-kitab, meja, dan bangku-bangku di madrasah ini. Tapi tidak hanya sunyi yang kutemukan. Aku juga menuai sakit. Di tangga gerbang yang di sisi atasnya tumbuh sebatang pohon jambu, lumut hijau menjalar angkuh. Dari berbagai arah, gumpalan lumut yang lain merangkak perlahan seperti mau menggulungku.

Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.