<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>RAMAH</title>
	<atom:link href="http://ramahbandung.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ramahbandung.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Nov 2011 06:15:51 +0000</lastBuildDate>
	<language></language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ramahbandung.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>RAMAH</title>
		<link>http://ramahbandung.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ramahbandung.wordpress.com/osd.xml" title="RAMAH" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ramahbandung.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mariyuana, Penenang yang Menyakitkan</title>
		<link>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/23/mariyuana-penenang-yang-menyakitkan/</link>
		<comments>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/23/mariyuana-penenang-yang-menyakitkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2006 12:15:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramahbandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/23/mariyuana-penenang-yang-menyakitkan/</guid>
		<description><![CDATA[&#34;Terakhir saya pakai benar-benar bikin kapok deh! Tiba-tiba saya jadi paranoid dan seperti mengalami deja vu, seperti dari neraka saja. Pokoknya sakit banget!&#34; Itulah Henri, kita sebut saja namanya demikian, seorang remaja pemakai marijuana atau bahasa populernya ganja. Dia mulai memakai obat satu ini ketika penyakit kecemasan yang dia alami tidak kunjung berhenti juga. Bukannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=23&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&quot;Terakhir saya pakai benar-benar bikin kapok deh! Tiba-tiba saya jadi paranoid dan seperti mengalami deja vu, seperti dari neraka saja. Pokoknya sakit banget!&quot;</p>
<p>Itulah Henri, kita sebut saja namanya demikian, seorang remaja pemakai marijuana atau bahasa populernya ganja. Dia mulai memakai obat satu ini ketika penyakit kecemasan yang dia alami tidak kunjung berhenti juga. Bukannya bisa keluar dari masalah yang ada, justru sebaliknya dia makin merasa menderita. Mariyuana yang dipercaya bisa menenangkan pikiran itu malah membuat kecemasan Henri meningkat, disertai dengan munculnya derita baru macam paranoid dan perasaan mengambang. Sebelum mendapat derita berat seperti yang dialami Henri, ada baiknya kalau kita mengenal lebih jauh mengenai mariyuana, si penenang tapi menyakitkan ini.</p>
<p><b>Mariyuana dapat mempengaruhi otak kita.</b> Ini dikarenakan bahan aktif yang terkandung dalam mariyuana, bernama medis THC, terbukti dapat merusak sel-sel saraf di otak yang berfungsi menyimpan daya ingat. Akibatnya pemakai bisa mengalami kesulitan dalam mengingat sesuatu. Bukan itu saja, THC juga dapat melakukan perusakan di bagian-bagian otak yang berfungsi dalam menyaring dan mengolah informasi. Bisa dipastikan pencandu mariyuana akan mengalami kesulitan dalam berkata dan berpikir.</p>
<p><b>Mariyuana dapat mempengaruhi daya kontrol diri kita.</b> Karena mariyuana menyerang bagian-bagian di otak yang berfungsi untuk mengolah informasi, maka pada akhirnya kemampuan untuk berkonsentrasi dan kesadaran akan waktu juga ikut rusak. Bahkan bagi para pecandu usia muda, ada kemungkinan terserang keinginan untuk berperilaku agresif dan memberontak terhadap lingkungannya.</p>
<p><b>Mariyuana dapat mempengaruhi paru-paru kita.</b> Ada lebih dari 400 bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam mariyuana. Satu bahan kimia tersebut dapat menghasilkan efek negatif yang sama dengan efek yang dihasilkan dari bahan tar yang terdapat pada rokok filter. Bayangkanlah!</p>
<p><b>Mariyuana dapat mempengaruhi aspek kesehatan kita.</b> Salah satu yang berbahaya adalah daya ketahanan tubuh kita dalam berperang melawan infeksi ikut kena imbas serangan mariyuana. Detak jantung kita akan meningkat, dan pada pecandu berat resiko mengalami gangguan mental sangat besar, diantaranya yang sudah sering terjadi adalah depresi. Sindrom apatis yang dihasilkan mariyuana tadi cenderung membangkitkan perasaan depresi, dan buruknya bisa menimbulkan keinginan untuk bunuh diri.</p>
<p><b>Mariyuana dapat membuat kita kecanduan.</b> Gejala yang umumnya terjadi adalah hilangnya selera makan, gangguan tidur, turunnya berat badan dan pusing kepala. Secara psikologis juga pemakai dapat mengalami ketergantungan pada mariyuana, seperti adanya pikiran bahwa memakai mariyuana adalah satu-satunya jalan supaya dapat mengurangi stress, bersikap santai dan merasa baik.</p>
<p>Untungnya, efek-efek negatif tersebut, seperti penurunan IQ, bisa disembuhkan selama mau berhenti memakai mariyuana. Jalan yang terbaik adalah dengan tidak mengkonsumsinya sama sekali. Apabila kita sedang mengalami kekecewaan, kekosongan jiwa, depresi atau mungkin sekedar stress biasa jangan melarikan diri ke sembarang obat berbahaya. Bicarakanlah masalah atau tekanan yang ada dengan seseorang yang kita anggap bijak dan bisa dipercaya. Obat-obatan bukan saja membawa embel-embel buruk di kemudian hari buat perkembangan emosi dan mental kita, tapi juga justru akan memperburuk masalah yang ada, seperti yang dialami oleh Henri tadi. Dan kalau pun ada teman kita yang sudah menggunakan mariyuana, berikan kabar gembira kepada mereka bahwa masih ada kesempatan memperbaiki otaknya yang rusak jika saja mereka mau berhenti. Jangan lewatkan kesempatan baik tersebut karena para peneliti juga masih belum yakin sampai berapa lama kesempatan itu berlaku. Seandainya mereka benar-benar sayang dengan diri sendiri, tentu kesempatan emas tersebut tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja.</p>
<p>from (<a href="http://www.sekolahindonesia.com" title="sekolahonline">sekolahindonesia.com</a>)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramahbandung.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramahbandung.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramahbandung.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramahbandung.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramahbandung.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramahbandung.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramahbandung.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramahbandung.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramahbandung.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramahbandung.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramahbandung.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramahbandung.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramahbandung.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramahbandung.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramahbandung.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramahbandung.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=23&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/23/mariyuana-penenang-yang-menyakitkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a29c51a9e86a9d5f82ef4931549cb0b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ramahbandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SUPERMILENIA</title>
		<link>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/23/supermilenia/</link>
		<comments>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/23/supermilenia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jun 2006 12:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramahbandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/23/supermilenia/</guid>
		<description><![CDATA[Ddrrr&#8230; ddrrr&#8230; drrrr. Getaran itu makin kuat terasa. Beberapa minggu ini Badan Meteorologi dan Geofisika Minnessota State sibuk luar biasa menganalisis fenomena getaran yang kerap terjadi secara beruntun di beberapa kota di negara bagian ini. Media elektronik dan para kulit tinta sibuk membesar-besarkan fenomena ini untuk meningkatkan rating acara berita atau meningkatkan oplah penjualan mereka. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=21&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ddrrr&hellip; ddrrr&hellip; drrrr.</p>
<p>Getaran itu makin kuat terasa. Beberapa minggu ini Badan Meteorologi dan Geofisika Minnessota State sibuk luar biasa menganalisis fenomena getaran yang kerap terjadi secara beruntun di beberapa kota di negara bagian ini. Media elektronik dan para kulit tinta sibuk membesar-besarkan fenomena ini untuk meningkatkan rating acara berita atau meningkatkan oplah penjualan mereka. Yang mengherankan, getaran yang paling sering hanya terukur kurang dari 3,4 skala richter dan hanya dapat terukur pada seismograf, dilaporkan sebagai calon gempa dahsyat yang akan menimpa Minnesota dan seluruh daratan Amerika. Memang beberapa kali ada goncangan yang mendekati 6 skala richter tapi sangat jarang. Sok tahu memang, aku sebal pada mereka. Apalagi sifat sok tahu yang mereka bungkus dengan kode etik wartawan kadang membuatku dan beberapa rekan yang bekerja di sana tidak nyaman lagi. Kami merasa dikejar atau setidaknya dipaksa memberi penjelasan yang berlebihan.<br />
<span id="more-21"></span><br />
&ldquo;Flin, zona-zona gelombang seismic tampaknya makin mereda tiga hari yang lalu, kira-kira hari ini Jumat dan mencapai titik getar minimum sekitar jam dua belas siang, bagaimana menurutmu?&rdquo; Ralph bertanya serius sambil tak berhenti menatap layar komputer di depannya. Kami adalah tim di badan Physical Geology Departement ini sekitar setahun yang lalu. Ralph adalah salah satu perwakilan komite seismograf dari Ohio yang telah malang melintang di bidang geofisika.</p>
<p>&ldquo;Ah&hellip; ini masih fenomena umum belum bisa disimpulkan. Galileo saja butuh pengamatan bermalam-malam selama berbulan-bulan untuk menyatakan periode orbit Jupiter,&rdquo; ujarku enteng sambil menyeruput kopi panas.</p>
<p>&ldquo;Okay&hellip;okay&hellip; you right! Tapi masyarakat sangat resah, tadi pagi Asisten Alamos Communication melaporkan bahwa lebih dari 3000 telepon masuk untuk meminta penjelasan tentang fenomena ini. Tak terhitung lagi SMS atau e-mail dan surat yang tidak sempat mereka baca&hellip; kau tega membiarkan masalah ini kian berlarut?&rdquo; ujar Ralph sedikit tak sabar sambil menatapku tajam, kebiasaannya jika ia merasa diremehkan.</p>
<p>&ldquo;Ini ulah para wartawan itu, mereka terlalu membesar-besarkan hal ini, ya kan?&rdquo; jawabku mengelak.</p>
<p>&ldquo;Pengamatan kita ini tidak bisa disamakan dengan teori optical Newton yang karena terlalu pasrah baru terbit 40 tahun kemudian, padahal data itu banyak memberi manfaat atau bahkan dapat menghindarkan dari bencana andai ia mau sedikit bekerja keras. Kau mau saat kita mendapat kesimpulan ini kita telah menghancurkan beribu orang&hellip; heh?!&rdquo; ucap Ralph sedikit teriak, ia mudah sekali tersulut emosinya sejak istrinya meninggal 7 bulan yang lalu karena melahirkan. Ia terlalu percaya pada alat canggih dan dokter profesional dari rumah sakit Cambridge yang menangani istrinya.</p>
<p>&ldquo;Calm&hellip;! Tampaknya kau perlu relaksasi Ralph, masalah ini tidak akan pernah selesai kalau engkau terus mengajakku bersitegang seperti ini!&rdquo; ucapku tak kalah emosi sambil bergegas keluar dari ruang Seismograf State itu.</p>
<p>***</p>
<p>&ldquo;Paman, betulkah kita akan mengalami gempa dahsyat tahun ini,&rdquo; ucap Mike, tetangga kecilku yang tahun ini masuk TK, tapi luar biasa cerdasnya.</p>
<p>&ldquo;Kata siapa? Tidak seratus persen betul Mike,&rdquo; jawabku sambil sibuk mengelap sepeda gunungku yang siang ini akan kukendarai menuju perbatasan kota Minnesota yang daerahnya lumayan jauh dari kebisingan.</p>
<p>&ldquo;My Mom! Katanya gempa ini akan segera datang karena itu aku tidak boleh nakal, tidak boleh minta es krim dan tidak boleh minta sepeda gunung baru seperti milik Paman. Di televisi juga tiap hari disiarkan, betulkah itu, Paman?&rdquo; ucap Mike sambil menatapku tak berkedip seolah ingin segera mengetahui penjelasan dariku.</p>
<p>&ldquo;Ah&hellip; tenang saja, akan kukatakan pada ibumu untuk tidak melarangmu macam-macam karena hal itu tidak akan terjadi, oke? Sekarang bermainlah&hellip; Paman akan menyelesaikan pekerjaan,&rdquo; jawabku sambil mengacak rambut pirangnya. Kebiasaan buruk orang tua modern, menggunakan masalah-masalah ilmiah untuk membohongi anaknya agar menurut, lucu sekali.</p>
<p>Drrr&hellip; dreg&hellip; dddrrr&hellip;.</p>
<p>Getaran ini semakin kuat saja tiap hari, aku berpegangan tangan pada tiang dekat tangga masuk rumah. Kepalaku sedikit pusing.</p>
<p>&ldquo;Mr. Fliner, bagaimana kabar di tempat kerjamu?&rdquo; sapa Mrs Wite, ibu Mike dari balik pagar sambil memunguti beberapa genting yang pecah. Walau aku jarang berkunjung ke rumahnya, tapi kami kerap berkomunikasi antar pagar.</p>
<p>&ldquo;Baik-baik saja, Mrs Wite, kami belum bisa menyimpulkan dengan pasti,&rdquo; jawabku.</p>
<p>&ldquo;Tapi bagaimana dengar kabar dari beberapa stasiun TV itu?&rdquo; Mrs Wite melanjutkan.</p>
<p>&ldquo;Oh&hellip; itu, mereka tidak begitu paham masalah ini, tenang saja dan banyak berdoa semoga tidak ada apa-apa. Oh ya, Mrs Wite tolong jangan larang Mike untuk makan es krim atau membeli sepeda baru dari tabungannya, anda tidak ingin si cerdas itu ikut stres kan?&rdquo; ucapku sambil masuk ke rumah diiringi pandangan heran Mrs Wite.</p>
<p>***</p>
<p>Aku mengayuh sepedaku pelan, perjalanan menuju perbatasan Minessota cukup melelahkan juga. Perbatasan Minessota menjadi pusat pengamatan kami dalam mengukur fenomena getaran yang sering terjadi. Teringat kembali percakapanku dengan Profesor Jack Ernest, President of Chambridge Scientific sebelum pulang tadi.</p>
<p>&ldquo;Prof, beberapa minggu ini frekuensi gempa berkisar 4,2 skala richter dan semakin menguat hingga hampir 6,1. Namun setiap periode tertentu akan menurun hingga kurang dari 3,4 skala richter. Rekan-rekan sampai banyak yang mengira seismograf tidak normal karena pada waktu tertentu seismograf tidak menangkap sinyal getar apapun, bagaimana menurut Anda?&rdquo; ucapku panjang lebar menjelaskan.</p>
<p>&ldquo;Ratusan gempa yang pernah terjadi selalu memberi deteksi awal yang terukur, ada memang fenomena penurunan drastis hingga hampir tidak terekam seismograf, tapi itu tidak mencapai skala 6,1. Kejadian ini cukup unik, untuk ukuran skala yang begitu besar seharusnya beberapa saat sebelumnya seismograf dapat mengukur tanda-tandanya dengan skala yang kecil dan tidak drastis menurun setelahnya,&rdquo; jawabnya sambil mengganti kertas laporan yang kuberikan padanya.</p>
<p>Aku berpikir keras hingga lupa makan siangku belum kusentuh sedikit pun. Serius kutekuri baris kalimat dalam The Motion of Earthquakes-nya David Boore, hingga terdengar suara ketukan pintu.</p>
<p>&ldquo;Who is there?&rdquo; aku bertanya tanpa beranjak dari tempat dudukku.</p>
<p>&ldquo;Flin, it&rsquo;s me! Aku menemukan sesuatu yang pasti membuatmu heran!&rdquo; terdengar suara Paul, salah satu anggota tim di departemenku yang pernah menjadi lawan mainku di pertandingan sepakbola di SMU dulu. Kami jadi akrab karena punya hobi yang sama.</p>
<p>&ldquo;Paul, kukira siapa&hellip; masuklah!&rdquo; ucapku menyambut jabatan tangannya, aku selalu merasa senang dengan Paul, ia ramah dan enak diajak bicara.</p>
<p>&ldquo;Kau masih ingat Allan Gevin dengan Mental Dynamic System Laboratory-nya? Aku mempunyai beberapa data yang erat sekali dengan gelombang energi dalam pikiran manusia yang mampu diukurnya dalam penelitian itu. Aku yakin ada hubungannya dengan fenomena yang kita alami beberapa bulan ini!&rdquo; ucap Paul yakin, menatapku meminta dukungan.</p>
<p>&ldquo;Bisakah kau bicara lebih jelas padaku, aku masih bingung dengan ini?&rdquo; ucapku pasrah, aku benar-benar blank dengan penjelasannya.</p>
<p>&ldquo;Jika gelombang pikiran dapat terukur maka kemungkinan besar gelombang itu juga memberi pengaruh pada yang lain. Salah satu spekulasi Newton yang belum terjawab hingga sekarang adalah apakah benda-benda yang kita anggap punya gelombang walau kecil dapat saling bertukar dengan cahaya atau partikel-partikel energi lainnya,&rdquo; ucap Paul sambil membuka tasnya mengeluarkan beberapa kertas.</p>
<p>&ldquo;Kau yakin partikel kecil itu juga punya daya, maksudku partikel sejenis gelombang pikiran yang kau bicarakan tadi? Hemm&hellip;&rdquo; aku mulai bisa menebak arah pembicaraannya.</p>
<p>&ldquo;Sangat yakin, getaran yang kita tangkap selama ini tidak murni seratus persen dari pergeseran kerak dan patahan bumi, tapi pasti ada energi lain yang membuatnya naik dan bergetar hebat. Sebaliknya, fenomena berhenti tiba-tiba juga bukan seratus persen karena energi patahan itu mengecil, tapi ada yang menyerap energi itu&hellip; kau faham?&rdquo; tanya Paul sambil memberi beberapa kertas data padaku.</p>
<p>&ldquo;Oke&hellip; aku mengerti, tapi hubungannya dengan pikiran dan penelitian Allan Gevins?&rdquo; tanyaku lagi.</p>
<p>&ldquo;Yup, itulah yang kuharapkan darimu. Engkau merespon dan mau bersama-sama denganku meneliti hal ini pada manusia, yah&hellip; manusia! Atau tepatnya sekelompok manusia. Aku ingin membuktikan dugaan Einstein dan Newton tentang kekuatan partikel dari mana pun untuk menghasilkan sebagian besar dari gejala alam, bagaimana&hellip; kau setuju?&rdquo; tanya Paul serius.</p>
<p>&ldquo;Meneliti manusia, kelihatannya ide gila tapi&hellip; oke, kali ini jika dugaanmu salah kau harus mau menemaniku berselancar selama seminggu dengan biaya kantongmu, bagaimana?&rdquo; jawabku sambil tersenyum, melihat Paul yang berbinar lega dan tampak cahaya itu cerah dalam wajahnya yang semakin teduh. Lumayan, hitung-hitung refreshing gratis menghindari wajah tegang Ralph di kantor pikirku.</p>
<p>&ldquo;Deal friend!&rdquo; ucap Paul sambil meninju bahuku.</p>
<p>***</p>
<p>Tampaknya ide gila Paul tidak cukup mengurangi penasaranku. Ralph berulang memberi ultimatum padaku agar bersedia menandatangani kesimpulan yang ia buat untuk komite Seismografi Minnesotta, tapi aku enggan, bagiku sesuatu yang ilmiah tidak boleh disentuh apalagi diubah oleh uang. Kami mengunjungi pusat kota sambil mengamati lalu lalang orang yang sibuk pulang kerja menuju ke diskotik dan kafe-kafe yang tersebar di sepanjang pusat kota itu.</p>
<p>&ldquo;Lihatlah, sebentar lagi goncangan itu akan menghebat!&rdquo; ucap Paul sambil bersiap mengeratkan pegangan tangannya di bangku tempat kami duduk. Pusat kota ini memang cukup ramai terutama akhir pekan. Bisa dipastikan 75% penduduk di sini dan sebagian besar daratan Amerika menghabiskan akhir pekan atau waktu mereka pulang kerja di diskotek, kafe, bermabukan semalaman atau pergi bermalam panjang dengan call girl atau pacar mereka masing-masing.</p>
<p>&ldquo;Drrrgggggd&hellip;. Brgggg&hellip;. Drrrr.&rdquo;</p>
<p>Benar juga, getaran ini makin hebat hingga memaksa kami meninggalkan tempat itu mencari perlindungan. Kami mengamati kejadian itu berhari-hari hingga sedikit banyak aku terpengaruh oleh dugaan Paul yang menurutku sama sekali tidak ilmiah.</p>
<p>***<br />
Aku menjadi orang ling-lung akhir-akhir ini. Setelah mengunjungi tempat itu ada sesuatu yang sangat lain dalam hatiku, sesuatu yang tak kumengerti. Segala yang aku dapatkan di University of Central Clorida atau di Harvard tidak memberi penjelasan sedikit pun. Pengalamanku beberapa tahun di National Reasearch Council of Amerika atau banting tulangku di Academy of Seismograf dengan cumlaude tak menjawab penasaranku.</p>
<p>&ldquo;Assalamualaikum, Brother, mari-mari silakan masuk!&rdquo; sambut seorang laki-laki berkemeja panjang dilapisi baju hangat warna abu-abu dengan ramah. Sangat ramah bahkan dan aku merasakan ketulusan yang sangat saat bertemu mereka saat itu.</p>
<p>&ldquo;Waalaikum salam, Brother Ali, kami dari Badan Geofisika ingin menambah data pengamatan kami di sini&hellip; bla-bla&hellip;&rdquo; ucap Paul panjang lebar, tampaknya ia cukup akrab dengan orang-orang di tempat itu. Islamic Center of Minnessota State, aku membaca lirih plakat yang terpampang di pintu gerbang bangunan itu.</p>
<p>&ldquo;Flin, kau tunggu sebentar ya! I want to pray now,&rdquo; kata Paul sambil meninggalkanku menuju bangunan megah di samping gedung ini. Aku hampir melarangnya dan mengingatkannya bahwa tidak ada gereja di sekitar daerah itu, sebelum aku sadar ada banyak laki-laki berbondong-bondong menuju bangunan itu dan wajah mereka bercahaya. Mereka saling berpelukan lalu melakukan aktivitas serempak. Mereka berdiri, lalu menyungkurkan dahinya lalu berdiri lagi dan seterusnya. Aku terheran-heran hingga tak menyadari Paul sudah di sampingku.</p>
<p>&ldquo;Flin&hellip;Flin&hellip;? Are you okay?&rdquo; tanya Paul khawatir.</p>
<p>&ldquo;Paul apa yang kau lakukan dengan mereka?&rdquo; tanyaku penasaran.</p>
<p>&ldquo;Kami sedang shalat, menyembah Allah, tuhan manusia dan semesta alam ini,&rdquo; jawab Paul Ringan.</p>
<p>&ldquo;Kau mempermainkan aku ya! Kau memaksaku ke tempat ini hanya untuk melihat orang-orang aneh itu bersama-sama denganmu menyembah sesuatu yang terlalu khayal&hellip; apa maksudmu berbuat begitu padaku?&rdquo; ucapku keras sambil menatapnya tajam dengan perasaan jengkel.</p>
<p>&ldquo;Flin, tenanglah sedikit! Kita memang sedang melakukan pengamatan kan? Tidakkah kau sadari ketika kita datang beberapa hari ini goncangan hebat menyertai perjalanan kita, dan goncangan itu berangsur mereda atau bahkan hilang sama sekali saat aku dan mereka melakukan aktivitas itu. Sadarkah kau, selama berada di tempat ini amat jarang goncangan hebat terjadi, jika ada amat tidak terasa! Ingat-ingatlah kembali apa yang kita alami beberapa hari ini&hellip;!&rdquo; ucap Paul meyakinkanku, aku termenung.</p>
<p>***<br />
Aku sangat bingung, aku berangkat pagi-pagi sekali menuju Physical Geology Departement untuk mengamati data gelombang seismic yang tercatat beberapa pekan ini, khususnya saat aku dengan Paul melakukan eksperimen gila itu. Data-data itu amat mencengangkan. Skala richter menunjukkan angka mendekati 6 pada pukul sembilan hingga sebelas malam, namun berangsur menurun menjelang tengah malam bahkan berhenti sama sekali di sepertiga malam terakhir. Terngiang lagi ucapan Paul.</p>
<p>&ldquo;Saat itu, orang-orang di Islamic Center ini dan muslim di hampir seluruh daratan bumi ini melakukan Qiyamullail dan memohon ampunan Allah,&rdquo; kata Paul memberi penjelasan. Aku mengamati kembali data di akhir pekan ini, skala richter menunjuk angka mulai 4 hingga 6,5 secara drastis. Hampir 35 orang tewas seketika karena tertimpa bangunan yang roboh pada insiden pekan ini. Fantastis, gempa itu berangsur mereda bahkan tidak ada gelombang yang tertangkap seismograf selama 4 kali hari Jum&rsquo;at pada bulan ini.</p>
<p>&ldquo;Pada hari Jum&rsquo;at, muslim melaksanakan shalat Jumat. Hari itu hari pengampunan dosa dan hari mulia karena ada saat tertentu di mana tidak ada doa yang tertolak. Hari Jum&rsquo;at juga hari bersih diri secara paripurna dan hari berhias menuju masjid untuk mendengarkan peringatan-peringatan Allah ,&rdquo; jelas Paul panjang lebar.</p>
<p>&ldquo;Bagaimana mungkin&hellip;? Teori apa ini?&rdquo; tanyaku bingung dan putus asa pada Paul.</p>
<p>&ldquo;Aku tahu engkau sangat bingung, tapi inilah kenyataannya, ada kekuatan besar di balik semua yang kita alami. Mengapa engkau menganggap besar masalah ini? Cobalah berpikir mengapa manusia harus diciptakan mempunyai otak, mengapa air harus menjadi padat pada suhu 00C? Dan hal lain yang tidak harus dijawab manusia, karena ada Tuhan semesta alam yang telah mengatur semua&hellip;&rdquo; ucap Paul sambil menepuk pundakku. Sejak kapan ia dapat berkata-kata seteratur itu?</p>
<p>***<br />
&ldquo;Flin, kau jangan gila! Walaupun satu truk kertas data engkau serahkan padaku, aku tak akan percaya penelitian murahanmu itu!&rdquo; ucap Ralph saat kucoba menjelaskan padanya pada meeting tim kerjaku siang itu.</p>
<p>&ldquo;Ini fakta ilmiah, Ralph, masing-masing manusia punya gelombang yang berupa partikel. Aktivitas manusia akan memberi pengaruh pada kekuatan partikel itu, bisa energi positif atau sebaliknya, kau ingat spekulasi dua ilmuwan besar kita kan?&rdquo; ucapku menjelaskan padanya. &ldquo;Energi dari patahan dan gerakan kerak bumi akan menghasilkan gempa, dan akan semakin keras goncangannya saat energi negatif dari aktivitas manusia di atasnya menambah energi totalnya. Sebaliknya, energi goncangan itu dapat mereda karena terserap energi positif dari energi manusia yang beraktivitas positif di permukaan bumi. Kita semua pasti ingat betul bahwa kerak bumi yang berada sekitar 6400 km dari tempat duduk kita masing-masing selalu bergolak dan mempunyai hubungan yang erat dengan gejala alam di permukan bumi, right? Silakan anda semua merenung sejenak!&rdquo; ucapku berapi-api sambil menatap wajah tim kerjaku yang mencoba berpikir keras, Ya Rabb beri hamba kekuatan menjelaskan kebenaran ini.</p>
<p>***</p>
<p>2 September 2189<br />
&ldquo;Sudah hampir 40 tahun Flinn Mc Dermot menikmati kehidupan di balik terali besi. Sungguh sangat nikmat seperti yang dialami Nabi Yusuf saat mempertahankan kesucian dirinya. Physical Geology Departement memecatnya dan membawa persoalannya ke pengadilan dengan tuduhan makar penyerangan keamanan masyarakat dengan teori baru yang sama sekali tidak mengandung makna ilmiah. Dengan pengacara tercanggih pun tidak bisa selamat dari hukuman itu.</p>
<p>&ldquo;Dalam sebuah editorial dikemukakan bahwa Flinn Mc Dermot, penemu teori Serapan Energi universal, telah menulis 124 buku tentang fenomena alam, biokimia, sastra dan sejarah selama hidupnya, hampir 90% ia selesaikan di penjara Minnesotta State pada tahun 2024 hingga akhir hidupnya. Ia adalah ilmuwan sejati yang telah menuntaskan hafalan Qur&rsquo;annya menjelang akhir hidupnya, ia mempunyai nama lain Muhammad Adnan Akbar, telah mengucap syahadat di tengah penelitiannya tentang fenomena Serapan Energi Universal yang menjadi temuan mutakhir saat ini&hellip;&rdquo;</p>
<p>Imad membaca serius buku biografi Muhammad Adnan Akbar, milik ayahnya. Ayahnya adalah menteri dalam negeri wilayah daratan Utara Amerika yang sekarang berganti nama menjadi Darul Firdaus. Setelah menamatkan S1-nya di Al Azhar University (Chambridge University dulu), beliau melanjutkan PhD-nya di Alchemi University (Harvard University dulu) dan sekarang menjadi Presiden of Physical Association di negara bagian Darul Firdaus ini. Selain itu beliau juga menjadi tim ahli di Meteorologi and Physicalgeology Departement di Darunnajah (Minnessota).</p>
<p>&ldquo;Imad, sudah adzan&hellip; cepat ambil wudhu, kita berangkat bersama ke masjid,&rdquo; ucap seorang laki-laki dewasa yang sambil menekuri baris-baris kalimat di mushaf kecilnya.</p>
<p>&ldquo;Dad, benarkah teori Adnan Akbar memang terjadi di alam?&rdquo; tanya Imad menjejeri langkah ayahnya saat berjalan pulang dari shalat Zuhur.</p>
<p>&ldquo;Ggg&hellip; ddrrrdddr&hellip;. rrrddddggrrrr,&rdquo; getaran kecil di tempat pijakan mereka berdiri menghentikan langkah mereka dan langkah semua orang di kota itu. Lalu mereka bergegas ke masjid atau menuju rumah masing-masing untuk menyaksikan &ldquo;tazkiyah live&rdquo; yaitu suatu acara taklim akbar dan ada sesi renungan dari data pusat aktivitas dan statistik masyarakat Darunnajah. &ldquo;Beberapa pekan ini dari data statistik, ada sekitar 5% ummat Darunnajah terlambat pergi salat fardu, 2,3% lupa bersiwak, 6,2% tidak qiyamullail, 5,6% lupa tidak bersedekah dan bla&hellip; bla&hellip;&rdquo; sang reporter membacakan hasil perhitungan data yang mereka peroleh dari kamera mutabaah yang dimiliki oleh tiap penduduk, kamera itu berupa lembaran silicon berukuran 1 cm yang ditempelkan dan telah menyatu dengan kulit mereka masing-masing dan akan aktif hingga energi dari detak jatung mereka berhenti.</p>
<p>&ldquo;Ikhwatul Iman di Darunnajah, Darul Firdaus dan belahan bumi Allah yang manapun, dimohon mengevaluasi diri demi keselamatan bersama dunia dan akhirat. Demikian Tazkiyah live melaporkan. Assalamualaikum,&rdquo; ucap reporter mengakhiri berita.</p>
<p>&ldquo;Subhanallah, Ayah, Allah sangat cinta pada kita. Energi negatif dari kelalaian saudara-saudara kita telah menjadi stimulan kerak bumi untuk bergerak lebih agresif sehingga kita merasakan getaran kecil tadi siang sebagai peringatan dari Allah, benarkan analisisku?&rdquo; ucap Imad serius sambil menekuri kembali Sirah Nabawiyah yang ia baca tadi. Ayahnya mengangguk mantap dan berucap tasib berulangkali sebelum melangkah keluar menuju tempat kerjanya kembali.</p>
<p>(syahidah &rsquo;04, subhanallah, kapan ya kita merasakan kehidupan seperti Imad, yuuk berjuang mewujudkannya!)<br />
from (<a href="http://www.ummigroup.co.id/annida/" title="annida">annida online</a>;Maria Ulfa )</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramahbandung.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramahbandung.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramahbandung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramahbandung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramahbandung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramahbandung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramahbandung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramahbandung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramahbandung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramahbandung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramahbandung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramahbandung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramahbandung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramahbandung.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramahbandung.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramahbandung.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=21&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/23/supermilenia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a29c51a9e86a9d5f82ef4931549cb0b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ramahbandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SOLMISASI</title>
		<link>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/06/solmisasi/</link>
		<comments>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/06/solmisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2006 15:20:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramahbandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/06/solmisasi/</guid>
		<description><![CDATA[Tangga nada yang kemudian menjadi dasar dari notasi musik ini ternyata ditemukan oleh para ilmuwan Muslim. Fakta penting ini diungkapkan pertama kali oleh Jean Benjamin de La Borde, seorang ilmuwan dan komponis Perancis, dalam bukunya Essai sur la Musique Ancienne et Moderne (1780). Dalam bukunya ini La Borde secara alfabet menyebut notasi musik yang diciptakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=19&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tangga nada yang kemudian menjadi dasar dari notasi musik ini ternyata ditemukan oleh para ilmuwan Muslim. Fakta penting ini diungkapkan pertama kali oleh Jean Benjamin de La Borde, seorang ilmuwan dan komponis Perancis, dalam bukunya Essai sur la Musique Ancienne et Moderne (1780). Dalam bukunya ini La Borde secara alfabet menyebut notasi musik yang diciptakan oleh sarjana Muslim. Notasi itu terdiri atas silabels (yang kita kenal sebagai solmisasi) dalam abjad Arab, yaitu Mi Fa Shad La Sin Dal Ra. Menurut La Borde, notasi abjad Arab ini kemudian ditransliterasikan oleh ilmuwan Eropa ke dalam bahasa Latin, yang entah bagaimana diklaim sebagai himne St. John.<br />
<span id="more-19"></span><br />
Transliterasi ini digunakan pertama kali oleh pemusik Italia Guido Arezzo (995-1050) yang terkenal dengan teori Guido?s Hand-nya. Program British Channel 4 yang menayangkan acara sejarah musik mengatakan bahwa Guido-lah pencipta sistem solmisasi, tanpa sedikit pun mengungkapkan fakta temuan oleh ilmuwan Muslim. Namun, La Borde tidak sendirian. Komposer Eropa lain, Guillaume-Andr頖illoteau (1759-1839), mengambil sikap seperti La Borde, yakni mengakui bahwa solmisasi adalah ciptaan orang-orang Islam.</p>
<p>La Borde melakukan penelitian dengan cara membanding-bandingkan antara notasi yang berasal dari Guido?s Hand dengan notasi berabjad Arab. La Borde sampai pada kesimpulan bahwa Guido?s Hand tidak lebih contekan Guido Arezzo dari sistem notasi yang ditemukan oleh sarjana Muslim.</p>
<p>?Secara fisik, tampilan solmisasi berabjad Arab itu berfungsi sebagai model yang ditiru oleh Guido Arezzo,? tulis La Borde. Ia kemudian membuat monograf yang menampilkan perbandingan yang kritis antara model solmisasi temuan ilmuwan Muslim dan solmisasi yang dibuat Guido Arezzo yang kemudian diakui sebagai notasi musik hingga kini.</p>
<p>Notasi Arab<br />
Notasi Arab digunakan sejak abad ke-9, yaitu ketika ahli-ahli musik Muslim seperti Yunus Alkatib (765) dan Al-Khalil (791), peletak dasar sistem persajakan dan leksikografi Arab, yang diikuti oleh Al-Ma?mun (wafat 833) dan Ishaq Al-Mausili (wafat 850), memperkenalkan sistem notasi dalam bermusik dalam bukunya yang terkenal di Barat, Book of Notes and Rhythms dan Great Book of Songs, selain Kitab Al-Mausiqul Kabir-nya Ibn Al-Farabi (872-950). Temuan Al-Ma?mun dan Al-Mausili diteliti dan dikembangkan oleh Abu Yusuf bin Ishaq Al-Kindi (801-874), Yahya ibn Ali ibn Yahya (wafat 1048), Ahmad Ibn Muhammad As-Sarakhsi (wafat1286), Mansur Ibn Talha bin Tahir, Thabit ibn Qurra (wafat 1288), dan ilmuwan Muslim lainnya. Dominucus Gundissalinus (wafat 1151) dan The Count Souabe Hermanus Reichenau, dua ahli musik Barat, meneliti dan mengembangkan temuan Al-Kindi. Selain itu, teori-teori musik yang diciptakan Ibnu Sina dan Ibnu Rushd juga berpengaruh pada perkembangan musik Eropa sebagaimana teori-teori mereka dalam ilmu kedokteran.</p>
<p>Sebelum Guido Arezzo mengklaim notasi musik dengan Guido?s Hand-nya, teori musik telah berkembang pesat di Spanyol melalui Ziryab (789-857), pemusik andal dan ahli botani yang hijrah dari Baghdad, dan Ibn Firnas (wafat 888) yang memperkenal musik oriental kepada masyarakat Spanyol dan mengajarkannya untuk pertama kali di sekolah-sekolah di Andalusia.</p>
<p><b>GUIDO, MURID CONSTANTINE AFRIKA</b><br />
Soriano, seorang peneliti musik asal Spanyol, mengungkapkan fakta tentang Guido Arezzo. Pemusik yang dianggap sebagai penemu notasi musik itu mempelajari Catalogna, sebuah buku teori musik berbahasa Latin yang memuat temuan-temuan di bidang musik oleh ilmuwan Muslim.</p>
<p>Hunke, peneliti lain, menulis bahwa notasi abjad Arab yang membentuk notasi musik ditulis dalam Catalogna pada abad ke-11 dan diterbitkan di Monte Cassino, sebuah daerah di Italia yang pernah dihuni oleh komunitas Muslim dan tempat yang pernah disinggahi Constantie Afrika, ilmuwan Muslim asal Tunisia yang masuk ke Italia melalui Salerno. Salah satu ilmu yang diajarkan oleh Constantine Afrika kepada orang-orang barbar dan terbelakang di Salerno adalah musik. Semua terjemahan yang dilakukan Constantine Afrika terhadap buku-buku temuan ilmuwan Muslim memang menjadi acuan para pelajar Eropa.</p>
<p>Apalagi, Constantine juga membuka kesempatan kepada mereka untuk belajar ke Spanyol, yang ketika itu sedang diramaikan oleh kuliah musik dengan guru besar para ilmuwan/musikus Muslim seperti Ziryab dan Ibn Farnes. Banyak pelajar lulusan sekolah musik di Spanyol berasal dari Italia, salah satunya adalah Gerbert Aurillac (wafat 1003), yang kemudian dikenal sebagai peletak dasar musik di negara-negara Eropa dan melahirkan banyak pakar musik Barat. [Iyus/berbagai sumber]</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramahbandung.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramahbandung.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramahbandung.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramahbandung.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramahbandung.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramahbandung.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramahbandung.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramahbandung.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramahbandung.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramahbandung.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramahbandung.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramahbandung.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramahbandung.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramahbandung.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramahbandung.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramahbandung.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=19&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/06/solmisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a29c51a9e86a9d5f82ef4931549cb0b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ramahbandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aliran Kimiawi Cinta, Prosesnya Tak Secepat Peribahasa &#8216;Dari Mata Turun ke Hati&#8217;</title>
		<link>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/06/aliran-kimiawi-cinta-prosesnya-tak-secepat-peribahasa-dari-mata-turun-ke-hati/</link>
		<comments>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/06/aliran-kimiawi-cinta-prosesnya-tak-secepat-peribahasa-dari-mata-turun-ke-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2006 14:59:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramahbandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/06/aliran-kimiawi-cinta-prosesnya-tak-secepat-peribahasa-dari-mata-turun-ke-hati/</guid>
		<description><![CDATA[Kategori Berita Oleh Sinly Evan Putra Asisten II Sekretaris Jenderal BPP IKAHIMKI Periode 2004/2006 Jika kita bertanya pada orang-orang dewasa ataupun yang telah uzur, sebuah pertanyaan yang menggelikan tetapi sangat menarik, &#34;Kalau Anda ingin kembali ke masa muda, masa manakah yang akan Anda pilih?&#34;, kira-kira bagaimana jawaban mereka?Pastilah kebanyakan dari mereka akan langsung menjawab ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=18&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.chem-is-try.org/?sect=artikel"><b></p>
<p class="MsoNormal">
<p><b>Kategori Berita</b><br />
<b>Oleh Sinly Evan Putra</b></p>
<p></b></a></p>
<p class="MsoNormal"><b></b><b>Asisten II Sekretaris Jenderal BPP IKAHIMKI Periode 2004/2006<a href="http://ramahbandung.files.wordpress.com/2006/06/love.gif" title="love.gif" class="imagelink"></a></b></p>
<p><a href="http://ramahbandung.files.wordpress.com/2006/06/heartchocolate.jpg" title="heartchocolate.jpg" class="imagelink"><img src="http://ramahbandung.files.wordpress.com/2006/06/heartchocolate.jpg?w=477&#038;h=96" alt="heartchocolate.jpg" height="96" /></a>Jika kita bertanya pada orang-orang dewasa ataupun yang telah uzur, sebuah pertanyaan yang menggelikan tetapi sangat menarik, &quot;Kalau Anda ingin kembali ke masa muda, masa manakah yang akan Anda pilih?&quot;, kira-kira bagaimana jawaban mereka?<span id="more-18"></span>Pastilah kebanyakan dari mereka akan langsung menjawab ingin kembali ke masa SMU dengan alasan yang beraneka ragam. Tetapi salah satu jawaban yang pasti adalah ketertarikan mereka pada lawan jenis dengan berjuta-juta jalan cerita yang tak kunjung usai untuk diceritakan. Mereka mengakui bahwa ketika bertatapan dengan kecengan atau pada saat berada di dekat dia atau waktu ngobrol sama dia, akan timbul perasaan yang tidak dimengerti (tidak biasanya terjadi), seperti perasaan canggung/kikuk, malu, salah tingkah, atau perasaan <i>dag-dig-dug nggak karuan</i>. Harus diakui kebanyakan dari mereka tidak berusaha sungguh-sungguh mencari jawabannya dan menganggap hal tersebut sesuatu yang biasa saja sebagaimana terpersonalisasinya pikiran bahwa jika berbicara masalah ilmiah maka akan terbersit bayangan bahwa ilmiah, sudah <i>dari sononya</i> memang sulit untuk dipahami. Terlepas dari hal tersebut merupakan kodrat manusia, artikel ini akan menjelaskan secara definitif dan sederhana tentang aliran kimiawi cinta. Sebelum turun ke hati, aliran cinta akan transit dulu di otak untuk melewati proses-proses kimiawi. Dan proses transit ini memerlukan beberapa tahapan sehingga aliran kimiawi cinta tidak sesederhana dan secepat peribahasa &#39;dari mata turun ke hati&#39;.<b>Tahap 1: Terkesan</b>Pada tahap ini, terjadi kontak antara dua orang melalui alat indera (mata) baik melalui tatapan, berdekatan, berbicara atau yang lainnya. <b>Tahap 2: Ketertarikan</b>Pada tahap ini otak akan terangsang untuk menghasilkan tiga senyawa cinta, yaitu: <i>Phenyletilamine (PEA)</i>, <i>Dopamine</i> dan <i>Nenopinephrine</i>.1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Phenyletilamine (PEA) atau 2-feniletilamina<br />
Senyawa ini mempunyai Mr =121,18; titik didih sebesar 197-200<sup>o</sup>C ; berat jenis = 0,965 ; titik Fahrenheit = 195<sup>o</sup>F (90<sup>o</sup>C) dan memiliki bidang polarisasi ND 200 = 1,5335 2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dopamine<br />
Struktur Dopamine ada dua, yaitu:a.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dopamine (3-hidroksitiraminihidrogenbromida atau 3,4-dihidroksiphenentilamin)<br />
Mempunyai Mr = 234,10 dan titik lebur 218-220<sup>oo</sup>C b.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dopamine (3-hidroksitiraminhidrogenklorida atau 3,4-dihidroksiphenetilamin)<br />
Mempunyai Mr = 189,64 dan titik lebur 241 &ndash; 243<sup>o</sup>C <a href="http://ramahbandung.files.wordpress.com/2006/06/love.gif" title="love.gif" class="imagelink"><img width="289" src="http://ramahbandung.files.wordpress.com/2006/06/love.gif?w=289&#038;h=128" alt="love.gif" height="128" /></a>Dari ketiga senyawa tersebut, senyawa PEA-lah yang paling berperan dalam proses kimiawi cinta. Senyawa ini juga yang mengakibatkan kamu merasa tersipu-sipu, malu ketika berpandangan dengan orang kamu sukai. Dan ternyata senyawa PEA ini banyak terkandung dalam coklat seperti Silver Queen, Waver Tango, Conello, Es Krim, Choki-Choki, dan lain-lain. Mungkin inilah sebabnya orang-orang dulu bahkan juga sekarang suka memberi coklat pada seseorang yang dicintainya.<b>Tahap 3: Pengikatan</b>Pada tahap ini tubuh akan memproduksi senyawa Endropin. Senyawa inilah yang akan menimbulkan perasaan aman, damai, dan tentram. Otak akan memproduksi senyawa ini apabila orang yang kita kasihi berada di dekat kita. <b>Tahap 4: Persekutuan Kimia (Tahap Terakhir)</b>Pada tahap ini senyawa Oxyrocin yang dihasilkan oleh otak kecil mempunyai peranan dalam hal membuat rasa cinta itu menjadi lebih rukun dan mesra antara keduanya.Jika orang sudah jatuh cinta kepada lain jenis, maka ada tanda-tanda yang dapat kita lihat antara lain:1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Malu-malu jika orang yang dicintai memandanginya. 2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tunduk kepada perintah orang yang dicintai dan mendahulukannya daripada kepentingan diri sendiri. 3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Memperhatikan perkataan orang yang dicintai dan mendengarkannya. 4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Segera menghampiri yang dicintai. 5.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Mencintai apapun yang dicintai sang kekasih. 6.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jalan yang dilalui terasa pendek sekalipun panjang saat mengunjungi orang yang dicintai. 7.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kaget dan gemetar tatkala berhadapan dengan orang yang dicintai atau tatkala mendengar namanya disebut. 8.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Cemburu kepada orang yang dicintai. 9.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Rela berkorban untuk orang yang dicintai. 10.&nbsp;&nbsp; Menyenangi apapun yang menyenangkan orang yang dicintai. 11.&nbsp;&nbsp; Tunduk dan patuh kepada orang yang dicintai. 12.&nbsp;&nbsp; Menghindari hal-hal yang merenggangkan hubungan dengan orang yang dicintai dan membuatnya marah. 13.&nbsp;&nbsp; Adanya kecocokan antara orang yang mencintai dan yang dicintai. Demikian tahapan-tahapan aliran kimiawi cinta, tetapi janganlah kita terpersepsikan bahwa jika kata &lsquo;cinta&rsquo; akan selalu berhubungan dengan pacaran. Sebab jika kita berbicara masalah cinta, sebenarnya bukan hanya untuk lawan jenis, tetapi perasaan cinta seseorang kepada suami/istrinya, anak, teman, adik, serta saudara yang lain. Dan terlepas dari pembagian porsinya yang berbeda-beda, haruslah diingat bahwa segala sesuatu tersebut adalah karunia dari Sang Pencipta yakni Allah SWT sehingga wajar porsi paling besar haruslah kita berikan kepada Allah SWT. Dan semoga kita adalah orang-orang yang bukan termasuk orang-orang yang menyalahkan arti/makna cinta tersebut. (dari pelbagai sumber)<font size="3"><font face="Times New Roman">www.chem-is-try.org</font></font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramahbandung.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramahbandung.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramahbandung.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramahbandung.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramahbandung.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramahbandung.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramahbandung.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramahbandung.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramahbandung.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramahbandung.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramahbandung.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramahbandung.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramahbandung.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramahbandung.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramahbandung.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramahbandung.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=18&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/06/aliran-kimiawi-cinta-prosesnya-tak-secepat-peribahasa-dari-mata-turun-ke-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a29c51a9e86a9d5f82ef4931549cb0b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ramahbandung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramahbandung.files.wordpress.com/2006/06/heartchocolate.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">heartchocolate.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ramahbandung.files.wordpress.com/2006/06/love.gif" medium="image">
			<media:title type="html">love.gif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manusia Berkaki Empat di Turki, Bukti Evolusi?</title>
		<link>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/04/manusia-berkaki-empat-di-turki-bukti-evolusi/</link>
		<comments>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/04/manusia-berkaki-empat-di-turki-bukti-evolusi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jun 2006 08:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramahbandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/04/manusia-berkaki-empat-di-turki-bukti-evolusi/</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi perdebatan mengenai evolusi manusia sejak ditemukan sejumlah orang yang berjalan menggunakan kedua kaki dan tangannya. Lima orang bersaudara di pedalaman Turki diketahui berjalan secara alami menggunakan kedua pasang kaki dan tangannya. Apakah ini berarti tangan manusia berasal dari kaki depan yang berevolusi? Dua orang wanita dan seorang pria hanya bisa berjalan dengan dua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=15&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu lagi perdebatan mengenai evolusi manusia sejak ditemukan sejumlah orang yang berjalan menggunakan kedua kaki dan tangannya. Lima orang bersaudara di pedalaman Turki diketahui berjalan secara alami menggunakan kedua pasang kaki dan tangannya. Apakah ini berarti tangan manusia berasal dari kaki depan yang berevolusi?</p>
<p>Dua orang wanita dan seorang pria hanya bisa berjalan dengan dua telapak tangan dan kakinya dengan kaki diluruskan. Sedangkan, wanita dan pria lainnya kadang-kadang bisa berjalan dengan dua kakinya meskipun sebentar. Selain itu, mereka berjalan dengan tumitnya, sedangkan jari-jarinya diangkat dari tanah.</p>
<p><span id="more-15"></span>Para ilmuwan yakin bahwa cara berjalan seperti ini juga dilakukan para hominid yang berkaki empat. Membebaskan jari-jarinya agar dapat melakukan manuver berjalan lebih nyaman dan cekatan adalah faktor penting dalam proses evolusi.</p>
<p>&quot;Saya tidak berpikir mereka benar-benar manusia berkaki empat secara genetik, namun sifat-sifat genetik yang dimiliknya mungkin membuatnya demikian,&quot; kata Nicholas Humphrey, seorang psikolog evolusi di London School of Economics. Menurutnya, secara fisik hal tersebut sangat mungkin meskipun tak seorang pun yang pernah mengiranya dilakukan manusia modern.</p>
<p>Dari bentuk dan permukaan telapak tangan menunjukkan bahwa pola tersebut terbentuk sangat lama karena kebiasaan dan bukan sebuah tipuan semata. Bagaimanapun, yang mereka tunjukkan adalah cara berjalan yang mungkin dilakukan nenek moyang manusia sebelum berevolusi. Humphrey berharap temuan ini dapat menjadi bukti-bukti baru untuk menguak sejarah evolusi manusia.</p>
<p>Humphrey yakin gaya berjalan ini merupakan ciri kebiasaan manusia yang telah ditinggalkan sejak tiga juta tahun lalu. Meskipun demikian, lanjut Humphrey, kebiasaan ini mungkin bagian dari hasil pengasuhan orang tuanya yang dibiasakan sejak masa kanak-kanak.</p>
<p>Meskipun demikian, penemuan keluarga suku Kurdi di wilayah Turki Selatan sejak akhir Juli 2005 masih menuai perdebatan. Beberapa peneliti mengklaim bahwa kelainan genetik adalah penyebab mereka mengalami bentuk kemunduran seperti di masa evolusi. Sedangkan, para peneliti lainnya berpendapat bahwa sifat-sifat genetik mereka memicu kerusakan otak yang menyebabkan bentuk perkembangan ini.</p>
<p>Penelitian awal memang menunjukkan bahwa orang-orang berusia 18 hingga 34 tahun ini menderita kelainan genetik. Semuanya menderita gangguan mental dan memiliki masalah berbahasa karena mengalami kemunduran perkembangan otak yang disebut cerebellar ataxia.</p>
<p>Ayah dan ibunya yang memiliki kekerabatan terdekat mungkin menurunkan kombinasi gen yang menghasilkan perilaku ini. Sementara Humphrey menduga kebiasaan juga menjadi faktor utama, sebagain ilmuwan lainnya berpendapat bahwa genetik adalah satu-satunya faktor.</p>
<p>Profesor Uner Tan dari Cukurova University di Adana, Turki, yang pertama kali mengangkat perilaku keluarag ini ke ranah ilmiah berpendapat bahwa mutasi genetik telah membawa mereka ke sifat primata yang sempat hilang. Satu tim ahli genetik Jerman yakin dapat menguak gen yang mengatur cara berjalan empat kaki dari sini.</p>
<p>Meskipun keempat orang cenderung selalu di rumah, seorang pria bernama Huyesin (28) dapat bergaul dengan kawan-kawannya seperti biasa.</p>
<p>&quot;Mereka berjalan seperti hewan dan sangat kasihan melihatnya, namun kami sangat tergerak pada keramahan dan kebaikan keluarga ini,&quot; kata Jemima Harrison dari Passionate Production. Keunikan yang dimiliiki keluarga ini rencananya akan diulas dalam program BBC bertajuk &quot;The Family that Walks on All Fours&quot; pada 17 Maret.</p>
<p>Sumber: TimesOnline<br />
Penulis: Wah</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramahbandung.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramahbandung.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramahbandung.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramahbandung.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramahbandung.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramahbandung.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramahbandung.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramahbandung.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramahbandung.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramahbandung.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramahbandung.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramahbandung.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramahbandung.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramahbandung.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramahbandung.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramahbandung.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=15&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/04/manusia-berkaki-empat-di-turki-bukti-evolusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a29c51a9e86a9d5f82ef4931549cb0b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ramahbandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ADA APA DENGAN GUNUNG BERAPI?</title>
		<link>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/04/ada-apa-dengan-gunung-berapi/</link>
		<comments>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/04/ada-apa-dengan-gunung-berapi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jun 2006 07:58:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramahbandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/04/ada-apa-dengan-gunung-berapi/</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini kita dikejutkan dengan kekompakan beberapa gunung berapi di Indonesia untuk melakukan kegiatan vulkaniknya alias aktif kembali pada saat yang sama. Sebuah gunung berapi yang pertama kali meletus dapat menjadi semi padam, kemudian aktif dan meletus kembali sampai akhirnya mati. Gunung berapi sendiri sebenarnya terbentuk jika magma dari perut Bumi naik ke permukaan. Isi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=14&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru-baru ini kita dikejutkan dengan kekompakan beberapa gunung berapi di Indonesia untuk melakukan kegiatan vulkaniknya alias aktif kembali pada saat yang sama. Sebuah gunung berapi yang pertama kali meletus dapat menjadi semi padam, kemudian aktif dan meletus kembali sampai akhirnya mati. Gunung berapi sendiri sebenarnya terbentuk jika magma dari perut Bumi naik ke permukaan. Isi dari gunung berapi terdiri dari lapisan lava yang berselang-seling dengan lapisan abu hasil letusan berturut-turut. <span id="more-14"></span>Magma adalah batuan cair yang terdapat jauh di dalam Bumi dengan suhu melebihi 1.000 derajat Celcius. Pada saat gunung meletus, magma ini meluap ke atas permukaan dalam bentuk lahar melalui lubang yang memanjang dari dalam Bumi. Gunung yang meletus mengeluarkan abu, lava, gas panas dan uap. Suhu lava yang dimuntahkan selama letusan gunung berapi dapat melebihi 1.000 derajat Celcius. Terkadang lava yang terlempar keluar ini membeku di udara, lalu jatuh sebagai bungkah padat di sekitar lubang letusan gunung. Tergantung dari jenis letusan dan sifat-sifat fisik magma yang disemburkan, gunung berapi dapat berbentuk kerucut, kubah, berpundak datar, atau seperti menara. Gunung berapi kerucut terbentuk dari lapisan lava dan lapisan abu yang keluar secara berturut-turut. Tapi apabila bagian tengah gunung berapi runtuh ke dalam, akan terbentuk kaldera. Kemudian terjadi letusan baru, dan terbentuklah kerucut lebih kecil di dalam kaldera tersebut. Gunung berapi yang baru terbentuk biasanya gundul dan terkena erosi tanah yang hebat. Tapi karena material yang dikeluarkan dari perut Bumi itu mengandung banyak mineral, tanah yang semula tandus dapat menjadi subur dan banyak ditumbuhi pepohonan. Sebenarnya gunung berapi memberikan banyak manfaat kepada kita. Selain menjadikan tanah subur, gunung berapi juga menghasilkan tenaga uap untuk menghasilkan listrik serta aliran air panas. Bahkan pemandangan di sekitar kawah gunung berapi juga bisa mengundang jutaan pelancong untuk menikmati keindahannya. Jadi sebenarnya tidak ada yang perlu dikuatirkan dari peristiwa gunung meletus. Kita bisa melakukan tindakan waspada atau mengungsi kalau memang terjadi peningkatan kegiatan gunung berapi. Itu pun kalau kita tinggal di lereng gunung atau daerah yang dilewati aliran lahar. (www.sekolahindonesia.com)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramahbandung.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramahbandung.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramahbandung.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramahbandung.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramahbandung.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramahbandung.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramahbandung.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramahbandung.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramahbandung.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramahbandung.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramahbandung.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramahbandung.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramahbandung.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramahbandung.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramahbandung.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramahbandung.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=14&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/04/ada-apa-dengan-gunung-berapi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a29c51a9e86a9d5f82ef4931549cb0b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ramahbandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TANGIS SUNYI KADAFER</title>
		<link>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/04/tangis-sunyi-kadafer/</link>
		<comments>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/04/tangis-sunyi-kadafer/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jun 2006 07:53:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramahbandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/04/tangis-sunyi-kadafer/</guid>
		<description><![CDATA[WANJA &#8220;Ayo pegang!&#8221; &#8220;Bodoh kamu!&#8221; &#8220;Ngapain masuk kedokteran? Cuma mau jaga gengsi? Hah! Kadafer ini guru kita&#8230;!&#8221; teriak salah seorang senior cewek sembari menunjuk ke arah kadafer yang terlungkup pasrah. &#8220;Ayo, pegang lambungnya! Cari jantungnya! Hitung gigi-giginya! Awas kalo nggak berani!&#8221; &#8220;Eh&#8230;nih anak malah nangis lagi. Dasar cengeng! Kalo takut nggak usah masuk kedokteran, malu-maluin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=13&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>WANJA</p>
<p>&ldquo;Ayo pegang!&rdquo;<br />
&ldquo;Bodoh kamu!&rdquo;<br />
&ldquo;Ngapain masuk kedokteran? Cuma mau jaga gengsi? Hah! Kadafer ini guru kita&#8230;!&rdquo; teriak salah seorang senior cewek sembari menunjuk ke arah kadafer yang terlungkup pasrah.</p>
<p>&ldquo;Ayo, pegang lambungnya! Cari jantungnya! Hitung gigi-giginya! Awas kalo nggak berani!&rdquo;<br />
&ldquo;Eh&hellip;nih anak malah nangis lagi. Dasar cengeng! Kalo takut nggak usah masuk kedokteran, malu-maluin tau!&rdquo;</p>
<p><span id="more-13"></span>Teriakan-teriakan garang menggema di laboratorium anatomi Fakultas Kedokteran. Ruangan gelap dan pengap rupanya tak mampu menyurutkan keganasan kegiatan Ospek mahasiswa baru itu. Ruangan lab kini hampir menyerupai ladang penindasan. Ada perbedaan yang sangat mencolok antara junior dan senior. Semua bagaikan langit dan bumi. Senior bebas bertindak apa pun, karena setiap perkataan senior selalu benar. Sementara sang junior harus rela menuruti perintah apa saja dari senior walaupun terkadang mengkel juga karena ulah senior yang kadang tak memandang nurani lagi.</p>
<p>Sementara itu di dalam lab anatomi tampak beberapa kadafer terlentang tanpa daya di atas meja praktik, di sudut ruangan&mdash;di dalam kaca khusus tersimpan berbagai sampel anggota tubuh manusia yang sudah mengeras karena formalin. Di bawah mikroskop masih terdapat sisa sel tubuh yang belum di bersihkan. Bau menyengat menyebar ke seantero ruangan.<br />
Tiba-tiba terdengar rintihan pilu salah satu kadafer&hellip;.</p>
<p>&ldquo;Hiks&hellip;hiks&hellip;,&rdquo; tangis sunyi muncul dari dalam boks nomor 1. Itu tangisan Maryam. Ia meninggal dalam keadaan sangat tragis, diperkosa. Tubuhnya digantung di semak-semak pohon akasia yang tinggi dan baru di temukan masyarakat dua bulan kemudian, sesudah mayatnya membusuk. Hampir tak berbentuk.<br />
Maryam pernah mengeluh pada Aci, yang merupakan salah satu kadafer juga di lab anatomi ini. Maryam rindu ingin dikuburkan di tempat yang layak. Tapi, ternyata ia menangis bukan karena itu.</p>
<p>Dua hari lalu waktu praktikum. Mahasiswa tingkat dua mempelajari susunan organ bagian tangan. Setiap kadafer memang sudah dibagi untuk 4 kelompok. Jadi, setiap kelompok memegang kadafer khusus.Tahap awal mereka menyayat bagian Regio Palmaris disekitar pergelangan tangan, Regio Antebrachi sampai wilayah musculus (m) biceps brachialis. Maryam merasakan sakit yang amat sangat saat pisau-pisau yang tajam itu menyentuh kulitnya, merobekkan kulit arinya. Maryam pasrah. Hingga babak terakhir mereka merapikan kembali daging-daging tubuh yang berserakan itu lalu memasukkannya ke toples khusus yang disediakan. Tapi tidak pada daging tubuh Maryam. Kelompok tiga memang pemalas. Daging bekas sayatan itu dibiarkan saja tetap tercecer, hingga sorenya seekor kucing berhasil menyantap habis bagian daging Maryam itu.</p>
<p>&ldquo;Aku ingin dikuburkan dengan anggota tubuhku yang lengkap!&rdquo;teriak Maryam sambil menangis. Namun, tak ada yang bisa mendengar tangisan pilu itu kecuali Maryam dan kadafer lainnya. Lagi-lagi, sebagai kadafer Maryam hanya bisa pasrah, tak mampu berbuat apa-apa.</p>
<p>Ruangan menjadi semakin pengap setelah rombongan-rombongan junior baru masuk ke lab dengan berjalan beriringan. Mereka tak lain seperti dijadikan boneka mainan saja.</p>
<p>Rambut khas dengan pita warna-warni, kaos oblong, menyantel tas karung yang berukuran sangat lebar hingga membuat tubuh-tubuh mereka tenggelam karena besarnya tas karung itu. Inikah wajah-wajah mahasiswa pilihan dengan rating grade fakultas nomor satu di salah satu universitas di Sumatera ini?<br />
Tampak salah satu junior wanita menatapi salah satu kadafer penuh katakutan. Itu sangat wajar. Karena tubuh para kadafer memang sudah porak-poranda. Perut buyar menganga hingga tampak anggota-anggota tubuh bagian dalamnya. Sementara kulit yang membungkus bagian kaki dan tangan sudah habis tak bersisa akibat sayatan. Kini yang terlihat hanyalah tulang-belulang yang kian rapuh walaupun dibubuhi cairan formalin tiap harinya. Gadis itu tampak sedang menuruti titah dari seniornya. Walaupun tampak ketakutan, gadis itu tetap berusaha mematuhi, memegang tiap anggota tubuh bagian dalam kadafer yang memang sudah bisa dari perut yang menganga. Kemudian gadis itu menyebutkan satu per satu anggota tubuh yang dipegangnya dengan gugup.</p>
<p>&ldquo;Itu ginjal bodoh&hellip;! Masa kamu nggak bisa membedakan ginjal dengan jantung sih!&rdquo;<br />
&ldquo;Memangnya biologi kamu dapat berapa, hah?&rdquo; caci salah seorang senior cowok.<br />
Gadis itu tampak menunduk, tak berani berkutik. Matanya tampak berair, namun lama-lama airmata yang menganak sungai itu keluar juga dari pelupuk mata beningnya. Ia menangis ketakutan.<br />
&ldquo;Oy&hellip; oyy&hellip;! Mau lihat anak mami nggak?&rdquo; teriak Albert, salah satu senior.</p>
<p>&ldquo;Anak mami cengeng, nangis euy&hellip;!&rdquo; cacinya sambil tertawa terkikik.<br />
&ldquo;Udah, pulangkan aja ke orangtuanya, suruh balik SD lagi,&rdquo; sambung Maria.</p>
<p>Semua senior mengejek gadis tak berdaya itu. Maklum saja, Mila, nama gadis itu, memang belum pernah melihat barang aneh seperti kadafer ini. Bahkan melihat orang meninggal pun jarang, kecuali kakeknya. Itupun waktu ia masih kecil. Siapa sih yang tidak ketakutan melihat tubuh-tubuh mengerikan seperti itu. Kalau ia masuk kedokteran, itu pun karena semata-mata ingin membahagiakan mamanya. Lagi pula, potensi IQ-nya memang tidak mengecewakan.</p>
<p>Di dalam lab, Maryam tampak menahan tangis.<br />
&ldquo;Ayo, pegang!&rdquo; teriak kasar Agus. Rupanya ia memaksa Faiz memegang vagina Maryam.<br />
Maryam ketakutan. Sementara Faiz tempak menuruti saja perintah seniornya.<br />
&ldquo;A-ku malu&#8230;!&rdquo; tangis kadafer Maryam.</p>
<p>&ldquo;Rasanya ingin aku tampar muka si senior jelek itu. Kenapa ia tega menzalimiku. Walaupun aku hanya seonggok mayat yang kini ruhku sudah terpisah dengan jasad, tapi aku ingin dihormati, diperlakukan dengan layak. Bukan dengan cara seperti ini,&rdquo; tangis Maryam semakin menjadi.</p>
<p>&ldquo;Tuhan, aku ingin di kuburkan secara layak, bukan di tempat seperti ini!&rdquo;<br />
Sebenarnya para kadafer ini rela bila tubuhnya dijadikan sumber untuk mencari ilmu. Setidaknya itu lebih membuat mereka merasa lebih berguna. Dari pada mati sia-sia, masuk neraka pula. Tapi, mereka ingin dihormati sebagai layaknya mereka dulu juga manusia. Mereka malu bila auratnya dipajangkan bebas di ruang praktikum tanpa sehelai kain pun yang menutupi lekuk-lekuk tubuh mereka.</p>
<p>Kadafer-kadafer menangis sunyi.<br />
Kegiatan Ospek yang berlangsung selama 3 hari itu rupanya memberi memori-memori yang berbeda bagi tiap mahasiswa baru. Ada kisah menyedihkan, menegangkan, bahkan ada yang mengatakan ospek kemarin begitu menyenangkan.<br />
&ldquo;Rugi banget elu nggak ikut Ospek kemarin, seniornya cakep-cakep lagi,&rdquo; pamer Karen pada Butet yang memang tidak bisa mengikuti ospek karena sakit.</p>
<p>&ldquo;Kalau nggak ikut ospek itu serasa bukan jadi mahasiswa, deh!&rdquo;sambung Karen bangga.<br />
Karen sepertinya tidak ingin berhenti menceritakan pengalaman menariknya selama Ospek. Dia terus saja menceracau seperti tidak ingin kehabisan kata-kata. Butet menanggapi ocehan teman barunya itu dengan hanya dengan sedikit senyum simpulnya yang menarik. Butet sebal. Ia memang tidak terlalu suka dengan orang yang terlalu banyak menceritakan tentang dirinya. Baginya, orang seperti itu termasuk dalam kategori teman membosankan.<br />
#</p>
<p>Jam 13.30 WIB, ruang praktikum lab anatomi.<br />
Sret&hellip;sreet&hellip;.. Terdengar pintu ruangan dibuka lebar. Lima orang mahasiswa tingkat tiga memasuki ruangan lab dengan tergesa-gesa. Mereka berjalan beriringan menuju tiap boks penyimpanan kadafer. Salah satu dari mereka membuka pengait besi yang melekat pada boks, lalu mengeluarkan para kadafer itu satu per satu, mendorong kadafer hingga ke tengah. Lalu, semua yang berada di dalam ruangan mendapatkan giliran membersihkan kadafer yang akan di pakai untuk praktikum sebentar lagi. Tidak ada bias ketakutan lagi yang terpancar di wajah mereka. Sepertinya karena memang mereka sudah terbiasa. Bukankah ada pepatah yang mengatakan ala bisa karena biasa?</p>
<p>&ldquo;Cepetan Pram, waktunya tinggal 5 menit lagi nih! Dokter Fahri sudah hampir sampai,&rdquo; bujuk Anggi pada Pram yang tampak belum menyelesaikan sikatan terakhirnya.<br />
&ldquo;Kamu sih lama banget nyari sikatnya, kan jadi telat&#8230;,&rdquo; keluh Marsha ketus.</p>
<p>&ldquo;Iya&hellip; sorry. Gue lagi banyak pikiran tadi. Jadi, nggak konsen,&rdquo; sergah Pram memelas.<br />
Tepat sekali. Beberapa menit kemudian, Dokter Fahri masuk. Sementara di belakangnya sudah bergerombolan masuk mahasiswa tingkat 3 kelas anatomi yang lengkap dengan baju jas putih dan peralatan medisnya.</p>
<p>&ldquo;Lagi-lagi aku dikuliti massal&#8230;,&rdquo; teriak sunyi Maryam, pasrah.<br />
Dokter Fahri mulai menjelaskan struktur anatomi bagian-bagian kaki. Karena memang pada dasarnya pembedahan hari ini di khususkan pada bagian itu. Dokter Fahri mencontohkan sayatan awal pada bagian Articulatio genu disekitar lutut. Tangannya tampak dengan lincah dan telaten mengikis kulit ari lalu menyayat bagian tadi. Semua mahasiswa memperhatikan dengan saksama. Selanjutnya, tampak mereka bekerja sendiri. Sayatan berikutnya pada bagian Regio qedis, Regio tibialis, Os tibia sampai pada sayatan terakhir bagian maleolus. Dengan cekatan pula para mahasiswa menyusun lalu meletakkan sel-sel hasil sayatan ke bawah mikroskop. Mengamatinya dengan teliti. Lalu berupaya menggambarkan hasil yang dilihatnya dari mikroskop ke buku laporan praktikum. Semua memang tampak sederhana, tapi sebenarnya begitu rumit. Praktikum selesai. Tampak semua mahasiswa merapikan perlengkapan, membuka sarung tangan lalu mencuci tangan-tangan mereka dengan sabun pembersih khusus. Setiap sel-sel hasil sayatan di kumpulkan kemudian di masukkan di tiap-tiap toples yang telah disediakan. Tapi tidak semua mahasiswa peduli pada kadafer.</p>
<p>Kelompok satu tampak acuh . Dibiarkan saja sel-sel hasil sayatan itu di atas boks. Lalu keluar dari ruangan praktikum dengan santainya.<br />
#<br />
Jam 18:00 WIB, Laboratorium Anatomi.</p>
<p>Suasana lab tampak sunyi. Desiran angin menambah angker ruangan praktikum ini. Saat sepi, ruangan pengap ini sering mengeluarkan bau busuk yang tercampur dengan bau formalin yang menyengat. Mungkin karena memang kadafer-kadafer yang berada dalam ruangan ini rata-rata sudah berumur lebih dari 10 tahun.<br />
Tiba-tiba Maryam meringis kesakitan dari balik boks mayatnya.</p>
<p>&ldquo;Hiks&#8230; hiks&#8230; aow&#8230;!&rdquo; tangisnya sunyi.<br />
&ldquo;Mereka menzalimi tubuhku, menyakitiku!&rdquo;<br />
&ldquo;Sampai kapan pun aku tidak rela!&rdquo;<br />
#<br />
Catatan:<br />
Kadafer adalah mayat digunakan fakultas kedokteran untuk praktikum anatomi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramahbandung.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramahbandung.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramahbandung.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramahbandung.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramahbandung.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramahbandung.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramahbandung.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramahbandung.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramahbandung.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramahbandung.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramahbandung.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramahbandung.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramahbandung.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramahbandung.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramahbandung.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramahbandung.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=13&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/06/04/tangis-sunyi-kadafer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a29c51a9e86a9d5f82ef4931549cb0b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ramahbandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Madrasah Lumut</title>
		<link>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/05/28/madrasah-lumut/</link>
		<comments>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/05/28/madrasah-lumut/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 May 2006 04:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramahbandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[kumpulan cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ramahbandung.wordpress.com/2006/05/28/madrasah-lumut/</guid>
		<description><![CDATA[Zelfeni Wimra Di luar kira-kira, Habib, aku memuai di terik siang. Serupa menggala tengah hari, aku kulai ditindih cerita tentang embun yang harus pulang ke relung awan. Ziarahku tiba-tiba dingin. Aku tak kuasa melarang airmata tumpah ketika memandang madrasah kita dibungkus lumut. Jika hanya sunyi yang meleleh, aku dapat mengajak pikiranku menyusuri kembali kisah-kisah lama, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=12&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Zelfeni Wimra Di luar kira-kira, Habib, aku memuai di terik siang. Serupa menggala tengah hari, aku kulai ditindih cerita tentang embun yang harus pulang ke relung awan. Ziarahku tiba-tiba dingin. Aku tak kuasa melarang airmata tumpah ketika memandang madrasah kita dibungkus lumut. Jika hanya sunyi yang meleleh, aku dapat mengajak pikiranku menyusuri kembali kisah-kisah lama, mengulas kenangan, ketika aku dan ratusan teman-teman mengakrabi kitab-kitab, meja, dan bangku-bangku di madrasah ini. Tapi tidak hanya sunyi yang kutemukan. Aku juga menuai sakit. Di tangga gerbang yang di sisi atasnya tumbuh sebatang pohon jambu, lumut hijau menjalar angkuh. Dari berbagai arah, gumpalan lumut yang lain merangkak perlahan seperti mau menggulungku.</p>
<p><span id="more-12"></span>&nbsp;Ketika kukayuh langkah menuju peristirahatan terakhirmu, kurasakan teduh matamu menikamku. Aku tak sanggup menepis bayangmu yang hadir bersama tumpukan kenangan. Ada suara-suara yang ngiang di selaput gendang: gemuruh amin kala kau mendoakan kami; riuh tanya-jawab di lokal; keprihatinanmu terhadap masyarakat di sekitar madrasah yang sampai waktu itu belum juga bisa menikmati air bersih. Tentang abang-abang becak di pasar kecil yang rela berkeringat sepanjang musim demi menyuapi keluarga, juga tentang kami yang harus berhadapan dengan hiruk-pikuk kemajuan yang mendangkalkan iman. Pun, tak akan kulupakan, Habib, nasihatmu tentang kediaman terakhirmu: ?Bila aku dipanggil-Nya, makamku adalah sepetak tanah di belakang madrasah. Agar nanti, ketika kalian sudah kembali ke alamat masing-masing, dan aku berdiam di lahat, kalian dapat datang, melepas (mungkin) selaksa rindu di depan nisan dan mengirim doa-doa?? **** Sekali lagi kukeluhkan: banyak hal yang terjadi di luar kira-kira, Habib. Tak lama setelah aku tamat dan kembali ke kampung kelahiranku, kudengar kau dipenjara atas tuduhan terlibat dalam aksi teror yang dapat mengganggu stabilitas keamanan negara. Aku ngilu mendengarnya. Kalau saja waktu itu aku tidak sedang terikat kontrak dinas di tempat aku bekerja, aku pasti datang menjengukmu. Setidaknya aku dapat menemanimu menanggung tuduhan itu. Tapi, jarak, waktu, juga ikatan-ikatan keduniaan telah mempersempit pertemuan kita. Sampai akhirnya, kabar paling ngilu kudengar, kau dipangggil-Nya untuk sebuah janji. Kau dikabarkan menderita gangguan jantung karena tuduhan itu. Sungguh ngilu mendengarnya. Bertahun pula kemudian, aku belum juga dapat menjengukmu. Sementara ngilu yang bergelantungan di pucuk hatiku terus menumpuk. Maafkan aku, Habib. Akulah murid paling malang, murid yang telah diikat dunia, tak mampu memilih satu dari sekian pilihan. Kesempatan menjengukmu dalam ritual ziarah terasa dingin, sebab baru kuperoleh bertahun-tahun sejak kau meninggalkan hiruk-pikuk ini. Mudah-mudahan tidak ada yang sia-sia, Habib. Seperti harapanmu padaku waktu pertama kali menginjakkan kaki di madrasah ini. Aku yang waktu itu datang sendiri tidak diterima panitia penerimaan santri baru di madrasahmu lantaran tidak datang bersama orang tua. Aku diminta langsung menghadapmu. Di hadapanmu, aku menggigil. ?Ananda, kenapa ke sini tanpa orang tua?? ?Ayahku sudah tiada, ibuku lumpuh. Aku ke sini sendiri, Ustadz?..? ?Sssstt?Jangan panggil aku ustadz. Panggil aku Habib. Kamu tahu arti habib?? Aku menggeleng. Lugu. ?Habib berarti kekasih. Panggillah setiap orang ?kekasih?, Nanda, sekalipun hati dan pikiranmu berkata lain. Lalu, tersenyumlah pada seluruh mata yang memandangmu. Karena bibir diberikan-Nya sebagai ladang bagi kita, tempat bertanam senyum dan zikir. Hidup mesti berlaba. Senyum termasuk laba yang harus dibagi-bagi. Sedang zikir, laba untuk dibawa mati. Tidak boleh ada kesia-siaan. Kau kunyah-kunyah dulu apa yang kukatakan. Kalau manis jangan ditelan. Jika pahit jangan dimuntahkan,? Aku kembali mengangguk-angguk. Mengunyah-ngunyah ucapanmu. Dan aku yakin bahwa pilihanku bukan sesuatu yang gagah-gagahan. Lalu (dalam keluguan seorang lelaki 13 tahun) kuceritakan padamu rintangan yang kulalui sebelum berangkat ke madrasah. Dalam tangis yang ditahan-tahan, kukisah padamu perihal pamanku yang keberatan dengan pilihanku. ?Mengapa madrasah itu yang kau pilih?? cetus Paman. ?Setahun saja di sana kepalamu bisa gundul dan sekujur tubuhmu kudisan. Paman tidak setuju dengan sistim pemondokannya. Pengaruh psikologis terhadap anak didik yang dibaurkan sesama jenis kelamin dalam satu asrama sangat tidak baik. Paman sering mendengar, di asrama madrasah itu sering terjadi prilaku seks menyimpang: lesbian, homoseks! Menurut paman, madrasah yang kau pilih itu adalah bentuk lain dari penjara. Belum lagi kebersihannya. Aduh! Banyak santri yang terpaksa dirawat di rumah sakit karena terjangkit penyakit kulit, muntaber. Gangguan pencernaan! Kau paham maksud Paman? Konkritnya begini: kalau pilihanmu sudah final, maaf, Paman tidak bisa membantu soal biayanya. Tapi kalau selain madrasah, Paman sedia mendanai sekolahmu sampai ke tingkat yang lebih tinggi?.? Pamanku seorang pemimpin di sebuah instansi pemerintah. Karena itu?mungkin?dalam memberi petuah atau instruksi selalu dengan bahasa yang tegas. Aku, anak tanpa bapak ini, tentu tidak akan membantah bila Paman sedang berpetuah. Ya, bagaimana lagi. Sudah tiga tahun, sejak Bapak tiada, biaya sehari-hariku dan dua orang kakakku ada dalam jaminan Paman. Sementara Bunda, tinggal jasad lemah akibat stroke yang ia derita. Setahun sejak Bapak berpulang, Bunda sering menggigil hingga tak sadarkan diri. Sampai suatu ketika, Bunda tidak dapat lagi berkata-kata. Separo tubuhnya lumpuh. Lidahnya kelu. Bila ingin meminta sesuatu; mengatakan sesuatu; hanya dengan isyarat. Dalam kondisi seperti itu, paman, adik mendiang bapak satu-satunya datang dengan niat yang mulia: membiayai pendidikan kami bertiga. Alhamdulillah, pikiranku yang nyaris dikuasai putus asa perlahan-lahan cerah. Aku pun kembali dapat merancang cita-cita. Ketika Paman datang menyampaikan keberatannya atas pilihanku ingin sekolah di sebuah madrasah, haruskah aku memaksakan diri? Tentu tidak, Habib. Aku hanya menunduk, menekuri denyut di dada kiri. Ada peperangan di sana. Saat menengadahkan kepala, kulihat Bunda saat itu menggerak-gerakkan tangannya yang lumpuh. Bunda seperti ingin memelukku. Dan matanya, masya Allah, menyulut semangatku. Aku tahu Bunda mengubur tangisnya dalam-dalam. Ia kuyakini tengah mendukungku, memberi pembelaan terhadap pilihanku dengan caranya sendiri. Sebentar kemudian Bunda mengisyaratakan agar aku mengikutinya ke dalam kamarnya. Di dalam kamarnya yang lusuh, bunda menyodorkan sebuah tas mungil yang di kulit luarnya tertulis: Toko Mas Murni. Saat kubuka, sebuah kalung emas beserta surat-surat jual belinya ada dalam kantong tas mungil itu. Aku mengerti maksud Ibu. Maka, esoknya, setelah menjual kalung emas itu aku berangkat ke madrasah yang sudah lama menjadi bunga-bunga dalam mimpiku. Aku tak peduli meski menurut paman, madrasah itu hanya akan membuat kepalaku gundul dan sekujur tubuhku kudisan. *** Bukankah begitu, Habib? Aku kau keterima sebagai murid tanpa harus bayar ini, bayar itu. Cuma ada satu syarat: aku harus bermusuhan dengan segala yang sia-sia. ?Para pencari ilmu,? ucapmu di hadapan seluruh murid baru kala itu, ?adalah orang-orang yang dirindukan Rasulullah. Beliau sangat bangga dengan umatnya yang tak mengenal kata selesai dalam menuntut ilmu, dari buaian hingga ke lahat. Dari Arab hingga ke Cina?sebuah jarak yang jauh. Artinya, ke daerah dengan kultur dan agama yang berbeda pun kita dianjurkan mencari ilmu. Maka mulailah membangun cita-cita kalian dari sini. Jangan bercerai-berai meski kalian berasal dari daerah yang berbeda. Jaga kesatuan hati kalian. Seperti yang sering aku sampaikan pada siapa saja: panggillah setiap orang kekasih. Hidup tanpa kekasih apalah artinya. Sebaliknya, betapa bahagianya, jika semua orang adalah kekasih. Kiranya kalian menangkap rahasia hidup yang satu ini! Jangan kalah oleh kengkeng Pak Munir. Suatu kali kengkeng Pak Munir, pemilik kedai kelontong di depan madrasah kita ini, mengejarku karena melihat aku membawa tas jinjingan berisi ikan. Aku cemas, kengkeng itu terlihat buas ingin menggigitku. Dalam kecemasan itu muncul akal untuk melempar satu ikan ke hadapannya. Kengkeng itu tiba-tiba menangkap ikan itu dan tiba-tiba saja tampak jinak terhadapku. Sejak itu, setiap kali berpapasan denganku, kengkeng itu selalu mengibaskan ekornya, tanda kesetiaan, tanda kepatuhan, persahabatan, dan terima kasihnya. Tapi, kengkeng itu dibeli oleh orang luar kota. Bertahun antaranya, kengkeng itu tak pernah lagi kutemukan. Sampai suatu kali, aku berkunjung ke sebuah perkampungan terpencil guna memenuhi undangan pengajian, aku terpekik di depan sebuah rumah. Seekor kengkeng tua dan kurapan, menghadangku. Aku mengira akan digigitnya. Tapi kengkeng itu kelihatan jinak. Ia melompat-lompat girang. Kuperhatikan dengan teliti. Ternyata kengkeng tua dan kurapan itu tak lain adalah kengkeng Pak Munir yang bertahun-tahun tak pernah bertemu denganku. Itu kengkeng, bagaimana dengan kita?? Begitu selalu. Di waktu senggang, biasanya selepas shalat subuh berjamaah, kau sengaja mengumpulkan kami dan bercerita tentang apa saja yang sampai kini menjadi simpanan abadi dalam hatiku. Lantas apakah aku harus percaya bahwa dirimu terlibat aksi teror yang mengganggu stabilitas keamanan negara yang belakangan menggejala? Sulit bagiku untuk percaya, Habib. Sedikit bayaknya, aku juga mengerti seputar wacana stabilitas keamanan itu. *** Sungguh, Habib. Ketika jarak, waktu, serta ikatan-ikatan keduniaan mampu kuretas dan aku lesa mengunjungi makammu dalam ritual ziarah, aku tiada mengira kalau yang berwarna hijau di pilar gerbangnya itu adalah lumut-lumut licin yang menggelincirkan siapa saja yang berjalan di atasnya. Dalam pikiranku, madrasah itu tengah berganti cat. Tapi pikirankukah yang keliru atau kenyataan yang kian tak menentu? Ziarahku tiba-tiba dingin. Langit yang mengatapi simpuhku mendadak kelabu. Memang tak ada hujan yang turun. Tapi bayang-bayang gelap yang menghampiriku telah mengguncangkan segenap akal sehat yang kupunya. Aku mengigil. Saat membuka mata, aku saksikan lumut bergumpal-gumpal mengahadangku. Aku serasa melihat gemulung awan ditiup badai yang datang dari berbagai arah. Lumut-lumut itu hendak membungkus madrasah, Habib. Pertama-tama, lumut-lumut menjalari gerbang madrasah. Perlahan dinding madrasah pun dibalutnya hingga menghijau. Kemudian, lumut-lumut terus menjalar sampai ke hadapanku, merangkak dan meliputi sekujur tubuhku yang gigil. Kukedip-kedipkan mata. Orang-orang yang entah sejak kapan berkerumun di sekelilingku tampak hijau dan kaku terbalut lumut. Mereka mungkin para guru dan santri masdrasah yang terkejut melihat kedatanganku. Aku belum sempat mengenali apa sebenarnya yang terjadi, ketika beberapa pemuda bertubuh kekar menangkap patahan lenganku lalu melipatnya ke belakang punggungku dengan apitan borgol. ?Anda kami tangkap! Anda terbukti bersekongkol dengan kelompok Habib Fununi Karim,? ucap salah seorang yang membelengguku. Aku masih kewalahan mengenali apa yang sebenarnya terjadi. Orang-orang yang menangkapku ternyata memakai pakaian dan atribut yang sama denganku tapi mengapa ia berlaku begitu kasar? Dari bisik-bisik yang kudengar, aku coba juga mereka-reka keadaan yang sebenarnya. ?Aneh. Ada ?aparat? menangkap ?aparat?,? celetuk seseorang, mungkin salah seorang dari para santri yang sudah memenuhi halaman madrasah. Mereka (tentu) sangat terkejut melihat penangkapanku di depan makam Habib Fununi Karim, guru kebanggaan mereka yang telah tiada. ?Sssst. Jangan asal bicara!? sapa suara yang lain, ?Yang ditangkap itu salah seorang alumni kita,? suara itu terdengar dewasa. Kukedipkan-kedipkan lagi mataku. Air yang memenuhinya terus meleleh. Sampai di atas mobil yang membawaku menjauh, pandanganku belum juga jernih. Dari kejauhan, (masih di luar kira-kira, Habib), lumut yang terus bergulung-gulung telah membungkus sekujur madrasah kita. Tak satu pun celah tersisa.</p>
<p>Setelah membaca cerpen Ulat dalam Sepatu, cerpen Gus Tf Sakai, Payakumbuh, 2004 from(annidaonline)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramahbandung.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramahbandung.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramahbandung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramahbandung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramahbandung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramahbandung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramahbandung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramahbandung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramahbandung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramahbandung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramahbandung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramahbandung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramahbandung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramahbandung.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramahbandung.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramahbandung.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=12&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/05/28/madrasah-lumut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a29c51a9e86a9d5f82ef4931549cb0b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ramahbandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa Warna Anda?</title>
		<link>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/05/28/apa-warna-anda/</link>
		<comments>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/05/28/apa-warna-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 May 2006 04:22:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramahbandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ramahbandung.wordpress.com/2006/05/28/apa-warna-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Warna bisa menggambarkan kepribadian kita. Tina Sutton dan Bride M. Whelan dalam bukunya The Complete Color Harmony menuliskan bahwa pribadi kita bisa terlihat dari warna favorit yang disukai. Seperti halnya manusia, setiap warna memiliki karakter tersendiri yang unik dan berbeda satu sama lain. Karakter yang dimiliki masing-masing warna diyakini dapat mewakili kepribadian yang ada pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=11&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Warna bisa menggambarkan kepribadian kita. Tina Sutton dan Bride M. Whelan dalam bukunya <em>The Complete Color Harmony</em> menuliskan bahwa pribadi kita bisa terlihat dari warna favorit yang disukai. Seperti halnya manusia, setiap warna memiliki karakter tersendiri yang unik dan berbeda satu sama lain. Karakter yang dimiliki masing-masing warna diyakini dapat mewakili kepribadian yang ada pada diri kita.Namun jangan samakan warna favorit dengan warna yang sehari-hari kita pakai atau terapkan pada baju dan rumah. Karena kadang warna yang kita gunakan itu adalah warna hasil kompromi dengan lingkungan, warna kulit dan bahkan rambut. Kita pasti tidak mungkin mengecat tembok rumah dengan warna merah misalnya, atau seragam pemadam kebakaran berubah warna menjadi hijau.</p>
<p>Warna favorit adalah warna yang secara pribadi kita sukai, lepas dari pengaruh siapa dan apa pun. Jadi apabila ingin mengenali kepribadian seseorang secara tidak langsung, tanyakan saja warna favoritnya kemudian cocokan dengan keterangan berikut ini.</p>
<p><strong><span id="more-11"></span>Merah</strong><br />
Penyuka warna merah menginginkan kesenangan dan suka menikmati hidup yang ada saat ini. Di lain pihak, ia mudah sekali merasa bosan karena itu si merah paling suka menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat. Garis besarnya, penyuka merah adalah orang yang memiliki antusias dan semangat hidup yang tinggi.</p>
<p><strong>Pink / merah muda</strong><br />
Penggemar warna pink adalah orang yang sensitif, ramah dan memiliki kepribadian yang manis. Ia sangat menyukai masa kanak-kanak yang menyenangkan dan menginginkan kehidupan yang romantis.</p>
<p><strong>Kuning</strong><br />
Pada dasarnya orang yang menyukai warna cerah ini memiliki sifat riang, optimis dan ceria. Kalau ada sesuatu yang salah pada dirinya, ia akan berusaha merubahnya secepat mungkin. Rasa ingin tahunya juga besar, sebesar spontanitas yang dimilikinya.</p>
<p><strong>Biru</strong><br />
Penggemar warna biru adalah tipe orang yang tenang, teratur dan dapat dipercaya. Ia juga sangat menghargai loyalitas pada sesama. Beberapa jenis warna biru memiliki karakter yang berbeda. Biru langit di siang hari yang cerah mewakili tipe orang yang menyukai kesenangan dan hidup santai, sedangkan biru navy (biru langit di malam hari) menggambarkan sifat serius dan konservatif.</p>
<p><strong>Abu-abu</strong><br />
Ia yang menyukai warna abu-abu adalah tipe orang yang cenderung menarik diri dari perhatian orang, dan tidak suka kegiatan aktif secara langsung. Karena sifatnya yang ragu-ragu, maka ia sering memutuskan sesuatu hingga saat-saat terakhir.</p>
<p><strong>Hijau</strong><br />
Penggemar warna hijau adalah tipe orang yang mendambakan perasaan aman dan ingin menciptakan dunia yang lebih baik bagi sesama. Ia juga memiliki sifat bijaksana dalam mengatur waktu dan tujuan hidup. Namun kalau sudah menyangkut ke masalah-masalah penting, ia bisa bersikap kaku.</p>
<p><strong>Coklat</strong><br />
Penyuka warna coklat memiliki sifat yang &#39;membumi&#39; atau tidak dibuat-buat. Ia adalah teman yang dapat diharapkan dan sangat loyal. Rumah dan keluarga merupakan hal terpenting baginya, dan tentu saja kenyamanan adalah faktor utama dalam hidupnya.</p>
<p><strong>Ungu</strong><br />
Pencinta warna ungu adalah seorang negosiator yang punya keinginan kuat untuk menyenangkan diri dan orang lain. Walaupun umumnya disukai orang, ia tidak mudah bersikap terbuka dan suka menikmati suasana yang sedikit misterius.</p>
<p><strong>Oranye<br />
</strong>Ia yang menyenangi warna ini adalah orang yang terbuka, dinamis dan menyenangkan untuk dijadikan teman. Secara alami, ia memiliki sifat flamboyan atau tidak membosankan, jadi tidak masalah baginya untuk tampil berbeda. Ia juga mempunyai selera yang bagus pada hidup dan makanan.</p>
<p>- Dikutip dari <em>The Complete Color Harmony</em>, Tina Sutton dan Bride M. Whelan, 2004</p>
<p>from(sekolahindonesia.com)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramahbandung.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramahbandung.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramahbandung.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramahbandung.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramahbandung.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramahbandung.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramahbandung.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramahbandung.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramahbandung.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramahbandung.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramahbandung.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramahbandung.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramahbandung.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramahbandung.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramahbandung.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramahbandung.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=11&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/05/28/apa-warna-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a29c51a9e86a9d5f82ef4931549cb0b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ramahbandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelola Stres dengan Baik dan Benar</title>
		<link>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/05/28/kelola-stres-dengan-baik-dan-benar/</link>
		<comments>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/05/28/kelola-stres-dengan-baik-dan-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 May 2006 03:46:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ramahbandung</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ramahbandung.wordpress.com/2006/05/28/kelola-stres-dengan-baik-dan-benar/</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu sebenarnya stres? Stres adalah suatu kondisi psikologis/jiwa kita yang sedang tertekan. Jika stress terus berlanjut, kita bisa menjadi depresi dan yang pasti bakal merugikan tubuh kita sendiri.Nah, apa yang menyebabkan psikologis/jiwa kita tertekan? Penyebabnya beragam. Stres terbesar pada remaja biasanya pencarian jati diri, hubungan dengan orangtua, pergaulan dengan teman, dan masalah prestasi sekolah. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=8&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa itu sebenarnya stres? Stres adalah suatu kondisi psikologis/jiwa kita yang sedang tertekan. Jika stress terus berlanjut, kita bisa menjadi depresi dan yang pasti bakal merugikan tubuh kita sendiri.Nah, apa yang menyebabkan psikologis/jiwa kita tertekan? Penyebabnya beragam. Stres terbesar pada remaja biasanya pencarian jati diri, hubungan dengan orangtua, pergaulan dengan teman, dan masalah prestasi sekolah. Sedang orang dewasa sering mengalami stres karena masalah hidup di kota, pekerjaan yang bersaing dan menuntut serta hubungan dalam keluarga.</p>
<p><span id="more-8"></span>Faktor lainnya yang juga berperan banyak adalah lingkungan tempat tinggal dan bekerja. Pencemaran, kebisingan, kemacetan, lingkungan yang kumuh dan sampah di jalanan dapat menciptakan frustasi pada masyarakat yang tinggal. Stres yang disebabkan oleh lingkungan macam ini dapat membangkitkan rasa marah dan agresi.</p>
<p>Stres atau kondisi apa pun yang membebani pikiran dapat menganggu keseimbangan metabolisme tubuh. Contoh yang paling sering adalah gangguan pada koordinasi saraf pada saluran pencernaan. Pada orang stres, gejalanya adalah diare. Ini terjadi karena gerakan usus yang diatur oleh saraf menjadi lebih cepat daripada biasanya. Akibatnya, timbul gejala seperti nyeri perut atau diare.</p>
<p>Sekarang bagaimana solusinya? Pertama, hindari stres dengan cara yang benar, yakni berpikir positif. Misal kita mau ujian, pusatkan konsentrasi pada materi pelajaran saja. Jangan berpikir soal hasil dulu. Kadang yang membuat kita kalah sebelum bertanding adalah rasa takut yang ada di benak kita, sehingga kita jadi nggak bisa beneran. Kalaupun hasilnya belum maksimal jangan langsung drop atau kecewa banget. Lebih baik kita cari di mana kesalahannya daripada menyesali nasib.</p>
<p>Solusi kedua adalah hadapi stres dengan baik dan benar. Caranya adalah dengan merenung sebentar sebelum tidur. Pikirkan masalah yang terjadi, lakukan evaluasi, kemudian coba cari solusinya. Terus jangan lupa akan satu hal, jaga kondisi tubuh dengan optimal. Kita bisa olahraga dengan teratur, makan makanan bergizi tepat dan istirahat yang cukup. Terakhir, banyaklah berdoa karena pada akhirnya yang menentukan suatu hasil adalah Tuhan jua.</p>
<p>- Dirangkum dari berbagai sumber.<br />
from (sekolahindonesia.com)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ramahbandung.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ramahbandung.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ramahbandung.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ramahbandung.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ramahbandung.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ramahbandung.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ramahbandung.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ramahbandung.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ramahbandung.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ramahbandung.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ramahbandung.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ramahbandung.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ramahbandung.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ramahbandung.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ramahbandung.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ramahbandung.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ramahbandung.wordpress.com&amp;blog=235530&amp;post=8&amp;subd=ramahbandung&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ramahbandung.wordpress.com/2006/05/28/kelola-stres-dengan-baik-dan-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0a29c51a9e86a9d5f82ef4931549cb0b?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ramahbandung</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
